15 November 2010

Montase

Puisi Ghe Desafti

Montase

:bernard batubara

adalah tangismu.
yang kau tabung dalam toples. berdebu di sudut meja bersama asbak tua, vas bunga rompal, buku kamus menguning yang bertahun lalu kita pakai belajar
mengeja nyeri.

adalah tangismu.
sebuah miniatur rasa takut yang membiak seiring waktu.

lalu terbit dari matamu

tumpah ke jalanan. mengaliri pohon, lampu, tiang listrik, dan aku yang berlari.
ke persimpangan.

17 Oktober 2010

Koran Tempo 17 Oktober 2010

Koran Tempo 17 Oktober 2010 memuat dua puisi saya, Bertemu Maret dan Beberapa Adegan yang Tersembunyi di Pagi Hari:


Bertemu Maret
maret, selamat datang, kita sudah pernah bertemu sebelumnya, bukan?
kenapa wajahmu terlihat bingung sekali? apa ada sesuatu yang berbeda?

mungkin caraku memandangmu, atau caraku
menyapamu, mengucapkan namamu? m - a - r - e - t?

ah, tidak kok, tidak ada yang lain dari terakhir kali
aku menyebut namamu, tetap seperti itu, seperti dulu

aku masih selalu ragu, masih tak merasa mantap
ketika diharuskan kembali bertemu denganmu

ah, apa barusan tadi kubilang, diharuskan?

*

maret, apa kabar? apa wajahmu selalu kelabu begini setiap kita berjumpa?
tidak, kan? terakhir yang bisa kuingat kau tampak begitu ceria, bahagia

seperti anak kecil yang baru bisa menerbangkan layangan, tak ingin
disuruh ibunya pulang ke rumah untuk mandi dan sembahyang

ia menatap lekat-lekat layangan yang benangnya ia genggam erat
dengan jemari kecilnya, bergetar, dada kecilnya juga ikut berdebar

layangan itu, balik menatapnya, dan merasa
kerangka tubuhnya mulai gemetar

maret, apa ada layangan yang takut dengan ketinggian?

*

maret, apa arti senyummu itu? kau tampak bingung
tapi kau tersenyum, apa ada sesuatu yang lucu?

atau kau teringat tentang sesuatu? ceritakan padaku

tidak, tenang saja, ibu sedang pergi mencari ayah
yang sedang marah, ibu tak akan mencarimu

atau kau ingin bercerita
sambil kita bermain layangan?

ah, apapun arti senyummu itu,
selamat datang kembali


maret



Beberapa Kalimat yang Tersembunyi di Pagi Hari


kepada embun: sebagai tepian daun, tak ada yang bisa kuperbuat
selain menjaga dan memerhatikanmu. Jika kau ingin jatuh, jatuhlah perlahan.

kepada daun: sebagai setitik embun, tak ada yang bisa kuberikan
selain sejuk tubuh rapuhku. Aku akan segera mati, cintailah embun yang lain.

sebagai pagi, aku sudah terlalu tua untuk menyaksikan kisah cinta
seperti ini. Angin hanya menggigilkanku. Tak lagi sekalipun membawa kabar.

sebagai angin, tak ada lagi yang membuatku gembira
selain berkelana dari satu pagi ke pagi lain, singgah sebentar

dan berangkat lagi.

sebagai puisi, tak bisa kuhindari melankoli semacam ini. Dalam tubuhku
yang sempit kusimpan semua cerita kalian. Kusampaikan kepada sunyi.

16 April 2010

[Cerpen] Cermin




Percakapan dengan Cermin I

DADANYA berdesir, Maila takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang puteri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Maila. Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun yang lalu.

Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecoklatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, ia membatin.

Ya, kau memang cantik, Maila.

20 Februari 2010

TELAH HADIR! "Angsa-angsa Ketapang", kumpulan puisi Bernard Batubara

"Angsa-angsa Ketapang", kumpulan puisi Bernard Batubara




Telah hadir!

"Angsa-angsa Ketapang" (2010), buku kumpulan puisi Bernard Batubara. Penerbit Greentea Publishing.

Untuk pemesanan, silakan hubungi atau mengirimkan pesan singkat (sms) ke:

(0274) 9198980 atau (021) 92306943

atau mengirimkan e-mail ke:

order@greentea.web.id atau
penerbit_greentea@yahoo.com

atau meninggalkan pesan YM di:
penerbit_greentea

BUKU INI TIDAK EDAR DI TOKO-TOKO BUKU, pesan sekarang juga!

Terima kasih. :)

4 Februari 2010

"Angsa-angsa Ketapang" akan segera terbit!

"Angsa-angsa Ketapang",
kumpulan puisi Bernard Batubara (benz) akan segera terbit.

Untuk pra-pemesanan sila lewat komentar di blog ini (comment atau chatbox), Yahoo! Messenger (be_rock9789), Facebook (Bernard Batubara), Twitter (@bernardbatubara), dengan menyertakan nama, alamat lengkap, dan no. handphone.

atau e-mail ke omah_sore@yahoo.com. Terima kasih. :)