Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

Montase

Puisi Ghe Desafti Montase :bernard batubara adalah tangismu. yang kau tabung dalam toples. berdebu di sudut meja bersama asbak tua, vas bunga rompal, buku kamus menguning yang bertahun lalu kita pakai belajar mengeja nyeri. adalah tangismu. sebuah miniatur rasa takut yang membiak seiring waktu. lalu terbit dari matamu tumpah ke jalanan. mengaliri pohon, lampu, tiang listrik, dan aku yang berlari. ke persimpangan.

Koran Tempo 17 Oktober 2010

Koran Tempo 17 Oktober 2010 memuat dua puisi saya, Bertemu Maret dan Beberapa Adegan yang Tersembunyi di Pagi Hari : Bertemu Maret maret, selamat datang, kita sudah pernah bertemu sebelumnya, bukan? kenapa wajahmu terlihat bingung sekali? apa ada sesuatu yang berbeda? mungkin caraku memandangmu, atau caraku menyapamu, mengucapkan namamu? m - a - r - e - t? ah, tidak kok, tidak ada yang lain dari terakhir kali aku menyebut namamu, tetap seperti itu, seperti dulu aku masih selalu ragu, masih tak merasa mantap ketika diharuskan kembali bertemu denganmu ah, apa barusan tadi kubilang, diharuskan? * maret, apa kabar? apa wajahmu selalu kelabu begini setiap kita berjumpa? tidak, kan? terakhir yang bisa kuingat kau tampak begitu ceria, bahagia seperti anak kecil yang baru bisa menerbangkan layangan, tak ingin disuruh ibunya pulang ke rumah untuk mandi dan sembahyang ia menatap lekat-lekat layangan yang benangnya ia genggam erat dengan jema

[Cerpen] Cermin

Gambar
— Percakapan dengan Cermin I DADANYA berdesir, Maila takjub melihat wajahnya sendiri di cermin. Serupa benar dengan wajah seorang puteri, katanya dalam hati. Ya, kau memang cantik, Maila . Wajahnya tersipu mendengar pujian itu. Pipinya merona. Merah muda. Ia tersihir oleh bayangannya sendiri. Bayangan ketika ia masih berada pada masa empat puluh tahun yang lalu. Wajahnya cerah, berseri-seri. Setengah terpana melihat kecantikannya sendiri. Rambutnya panjang, berwarna hitam kecoklatan, berkilat, bergelung seolah ombak. Dahinya licin. Matanya bulat, berbinar-binar. Hitam pekat seperti langit malam. Dikedip-kedipkannya matanya, hingga ia perhatikan bulu matanya yang tebal dan lentik. Tebal serupa alisnya yang melengkung menaungi sepasang matanya yang indah itu. Diturutkannya telunjuknya, dari hulu hingga muara alisnya. Cantik sekali dirimu, ia membatin. Ya, kau memang cantik, Maila.

TELAH HADIR! "Angsa-angsa Ketapang", kumpulan puisi Bernard Batubara

Gambar
"Angsa-angsa Ketapang", kumpulan puisi Bernard Batubara Telah hadir! "Angsa-angsa Ketapang" (2010), buku kumpulan puisi Bernard Batubara. Penerbit Greentea Publishing. Untuk pemesanan, silakan hubungi atau mengirimkan pesan singkat (sms) ke: (0274) 9198980 atau (021) 92306943 atau mengirimkan e-mail ke: order@greentea.web.id atau penerbit_greentea@yahoo.com atau meninggalkan pesan YM di: penerbit_greentea BUKU INI TIDAK EDAR DI TOKO-TOKO BUKU, pesan sekarang juga! Terima kasih. :)

"Angsa-angsa Ketapang" akan segera terbit!

"Angsa-angsa Ketapang" , kumpulan puisi Bernard Batubara (benz) akan segera terbit. Untuk pra-pemesanan sila lewat komentar di blog ini (comment atau chatbox), Yahoo! Messenger (be_rock9789) , Facebook (Bernard Batubara) , Twitter (@bernardbatubara) , dengan menyertakan nama, alamat lengkap, dan no. handphone. atau e-mail ke omah_sore@yahoo.com. Terima kasih. :)