Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

#AAK

Gambar
@fatimaalkaff @Adriandhy @tatakartika

Kompas 7 Agustus 2011

Kompas 7 Agustus 2011 memuat dua puisi saya, Catatan Cuaca dan Di Suatu Malam, Semacam Anafora.   Catatan Cuaca apa kabar bibirmu hujan, masih mencium tanah dan tak mendapatkan balasan? aku telah menempuh umur dan meninggalkan kenangan yang berkarat di kepalaku. bagaimana denganmu? kudengar kau tak pernah lagi datang bersama warna. hanya wajah dingin dan kaku yang biasa. kau tak sedang dikejar-kejar malaikat maut, bukan? aromamu terlalu memikat untuk ditepis. kau tahu itu? apa kabar bibirmu hujan, masih menunggu sebuah ciuman yang mampu mengembalikanmu ke atas awan? aku telah membuang kanvas tempat aku pernah melukismu puluhan tahun yang lalu. percuma. tak ada yang bisa kutangkap darimu selain kekosongan yang enggan dimasuki. kesunyian yang menolak apa saja. tapi aromamu telah terlalu dalam terhirup. kuhirup. apa kabarmu, lagi? Di Suatu Malam, Semacam Anafora ini malam betapa kunang, bintangnya gugur ke muka dan

Malam di Matamu

Malam di Matamu malam di matamu terlihat pucat; seperti tenang bening danau yang terlalu lama menanti riak malam di mataku telah menyerah; berlutut pada kata-kata yang berjatuhan di dalam matamu bintang-bintang itu malam di matamu mulai membeku; seakan waktu terjebak di balik langit yang berteriak malam di matamu menjatuhkan gerimis seperti rindu yang terurai lukanya satu demi satu

Aku Ingin Mencintai dan Melupakanmu dengan Sederhana

Aku Ingin Mencintai dan Melupakanmu dengan Sederhana : Lakshmi aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti embun hinggap di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh tapi aku ingin melupakanmu aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti mata yang berkedip menyambut pagi, dan daun jendela yang mengintip matahari tapi aku ingin melupakanmu aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti gerimis pada jendela dan uap nafasmu menulis nama: 'kita' tapi aku ingin melupakanmu aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti waktu yang tak pernah berhenti dan senyummu yang mengabadikannya tapi aku ingin melupakanmu aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti sebuah peluk yang sebentar dan satu kecup yang perlahan saja tapi aku ingin melupakanmu aku ingin mencintaimu dengan sederhana. seperti kata 'rindu' yang kuucap dan kau membalasnya dengan 'aku juga' tapi aku ingin melupakanmu aku ingin melupakanmu dengan sederhana. sesederhana air