7 Agustus 2011

Kompas 7 Agustus 2011

Kompas 7 Agustus 2011 memuat dua puisi saya, Catatan Cuaca dan Di Suatu Malam, Semacam Anafora. 


Catatan Cuaca


apa kabar bibirmu hujan, masih mencium tanah dan tak mendapatkan balasan? aku telah menempuh umur dan meninggalkan kenangan yang berkarat di kepalaku. bagaimana denganmu? kudengar kau tak pernah lagi datang bersama warna. hanya wajah dingin dan kaku yang biasa. kau tak sedang dikejar-kejar malaikat maut, bukan?

aromamu terlalu memikat untuk ditepis. kau tahu itu?

apa kabar bibirmu hujan, masih menunggu sebuah ciuman yang mampu mengembalikanmu ke atas awan? aku telah membuang kanvas tempat aku pernah melukismu puluhan tahun yang lalu. percuma. tak ada yang bisa kutangkap darimu selain kekosongan yang enggan dimasuki. kesunyian yang menolak apa saja.

tapi aromamu telah terlalu dalam terhirup. kuhirup.


apa kabarmu, lagi?



Di Suatu Malam, Semacam Anafora


ini malam betapa kunang, bintangnya gugur ke muka danau
gugur sebab menyerah tertawan tawar matamu

ini danau betapa kilau, terpapar sipu sinar purnama
tersipu sebab kepadanya tak henti lambai rambutmu

ini purnama betapa sendu, terhisap gelap bayangku
bayangku yang menyusut dan menghilang tersudut pahit

senyum bibirmu



Tidak ada komentar: