Skip to main content

SEGERA TERBIT! "Kata Hati" (Bukune, 2012)




"Ini tentang kisah kehilangan,
ketika kau mendapati separuh hatimu kosong dan merapuh
Atas nama ketidakpercayaan,
kita telah saling mengucapkan selamat tinggal.

Ketika tak ada lagi yang bisa kau percaya, ikuti kata hati.
Begitu seharusnya, bukan?

Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu.
Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu.
Apakah kau telah menemukan separuh hati lain-- selain hatiku?"


***


Randi kembali diam. Betapa jauh dalam hatinya ia berharap orang yang membuat Dera bahagia adalah dirinya sendiri. Betapa ia berharap tak pernah ada pengkhianatan hingga perpisahan pun tak perlu terjadi. Betapa ia berharap sayang dan rasa percaya saja sudah cukup. Betapa ia berharap hanya dengan dimasuki oleh satu orang, hati sudah merasa lengkap. Tak perlu dua, tiga, atau empat. 
(BAB "Masa Lalu")

***


"Kata Hati" (Bukune, 2012) - Novel fiksi romance Bernard Batubara. Kisah cinta manis yang tersandung oleh kenangan dan pengkhianatan. Terbit Agustus 2012!

Comments

Hey Kak Bara, kemaren2 itu aku email kk, mo pesen buku angsa-angsa ketapang, but you don't reply it, so sad :(
How i can get it actually??? :(
Sepertinya sekarang sudah kubalas ya, coba cek lagi. :D

Angsa-angsa Ketapang sedang diusahakan untuk dicetak lagi, saat ini saya lagi cari kontak penerbitnya karena kita hilang kontak. Mohon bersabar yah. :)
Alvi Syahrin said…
Wah! Makin penasarann! >.<
Tulisannya mellow juga, ya, hehe.
Nurse Eka said…
dan hey bara...
angsa-angsa ketapang...
I really wanna...tp menghubungimu via apapun tanpa respon...
sbaiknya di cantumkan bisa di pesan ke siapa...atau harus menghubungi siapa...
u can hear me right...?!
@ Alvi: Yaa lumayan melo. Sambil dengerin lagu-lagu melo nulisnya. Hahaha..

@ Nurse: Angsa-angsa Ketapang sedang diusahakan untuk dicetak lagi ya. Saya kehilangan kontak penerbitnya, jadi kesulitan, saat ini masih coba cari kontak penerbitnya. Mohon bersabar ya. :(
Ga ada kak Barrraaaaaa.. :")
Aiman Bagea said…
Jadi buku yang pengen aku beli bulan ini. Selain mellow, ya bahasanya sepertinya daleeeeem. Selamat yaaa :)
ERSA said…
tetap setia menanti buku kakak, pasti bentar lagi sampe rumah.aminn
ditunggu sajaknya lagi kak, pantengin blog terus haha

http://gertakanhati.blogspot.com/

Popular posts from this blog

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.