Langsung ke konten utama

"Kata Hati" Is Now Available in Bookstores!

"Kata Hati" (Bukune, 2011), novel fiksi romance Bernard Batubara (@benzbara_) sudah tersedia di toko-toko buku kesayangan kamu; Gramedia, TB. Gunung Agung, dan lainnya. Grab it fast!





What They Say:



“@citbuncitos: beli buku #KataHati jam 5 sore, baru baca jam 9 malem dan langsung khatam tanpa tarik napas jam 1.30 pagi . gokiiill buku lo bang @Benzbara_”

“@shellirachel: "Lo cowok apa layangan singit?" Si Irfan kocak bgt bang @benzbara_ :D”

“@adelGGS: @benzbara_ baru baca awalnya aja udah #JLEB bgt *recommended #KataHati :""")”

“@nisawrdhn: Ceritanya yg mudah dipahami dan kata2 yg keren banget bikin #KataHati-nya @benzbara_ layak banget buat diborong. Gak bakal nyesel deh! :3”

“@arrasarrah: @benzbara_ Bara, salah gak kalo aku kasian sama dera? Salah gak kalo aku jadi cemburu sama fila ☹”

“@dytzulfikar: @benzbara_ yaaa semoga aja gak cuma #RGFM yg dipilemin, gw nunggu #katahati dipilemin juga. Bagus ceritanya.”

“@tamaralani: @benzbara_ Bang, itu tampangnya Adrian gimana sih bang? Penasaran (._.)”

“@nomakayam: "Oke, Fila, listen. I want you. Not her" by Randi, @benzbara_ . Duh bacanya kok melted ya, duh randi:$”

“@destowl: Selesai baca #KataHati . Kisahnya Fila mirip bgt sama akuuuu < 3 Cc: @benzbara_  :))”







“@taniaDG_: Balikan sama mantan tuh ibarat mungut lagi bekas makanan yang udah lo buang.. #KataHati Seriously, I strongly agree with the statement!”

“@innntan: petikan novel “km suka adhitia sofyan ga?” astaga ini pertanyaan pernah gue denger loh aseli!!! #katahati @benzbara_”

“@yudhiiit: Buku #katahati ini kaya autobiografi gue aja bang @benzbara_ :')”

“@gheapfd_: @benzbara_  #katahati bau jogja banget setting tempatnya :))”

“@syifasn: @benzbara_ udah selesain novelmu dari semalem bang tapi ceritanya terlalu singkat, masih mau tau lanjutannya gimana nih #KataHati”

“@Vitadeww: Ka bara, aku boleh lebih berpihak ke Dera gak :'' kenapa harus Fila yg menang. Aku takut kisahku juga begitu. :'| #KataHati @benzbara_”

“@sinengtata: @benzbara_ Kak, Fila ini aku banget loh kaaak. Tapi endingnya beda, aku milih mundur. :'') #KataHati”

“@zaaimah: @benzbara_ udh ngulang 2x baca bukunya tetep aja seruuuww, fila gue bgt tuh haha dan makin jatuh cinta dgn lagu fix you ;;)(˘˘)ε˘`)”



-

(untuk pembelian online di: Bukabuku.com)




Komentar

Aditya Zulfikar mengatakan…
Widih testimoni gue dimasukin ke blog :D
Bernard Batubara mengatakan…
Terima kasih sudah membaca "Kata Hati". :D

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.