Langsung ke konten utama

Review "Kata Hati" by @lucktygs



Balikan sama mantan tuh ibarat mungut lagi bekas makanan yang udah lo buang. (hlm. 21)
Kangen aja sama mantan itu adalah balikan yang tertunda. (hlm. 20)
Sesuatu yang dibuang adalah sesuatu yang tak lagi berguna. Banyak hal bisa di daur ulang memang, tetapi itu bukan cinta. Itulah yang dialami Randi, tokoh utama dalam buku ini.
Randi tak bisa memungkiri ia masih sering teringat Dera. Tidak sekedar teringat, tetapi memikirkan. Bagaimana mungkin lima tahun hubungan perasaan bisa menghilang begitu saja. Apalagi kenangan yang menyertainya, tak mungkin akan terhapus, pun terganti, dengan peristiwa indah yang lain sekali pun.
Meski luka dan rasa kecewa begitu besar, rasa sayang itu masih utuh. Terlalu dalam ia merasa terlukai, tetapi terlalu besar arti perempuan itu baginya untuk ia singkirkan. Terlampau banyak hal manis yang mereka lalui bersama untuk dikubur dan dilupakan begitu saja.
Saat Randi berusaha keras melupakan Dera, datanglah Fila dalam kehidupannya. Manakah yang akan dipilih Randi. Kembali pada mantannya, Dera atau Fila sosok baru yang masuk ke hatinya?
Ini tentang kisah kehilangan, ketika kau mendapati separuh hati kosong dan merapuh. Atas nama ketidakpercayaan, mereka saling mengucapkan selamat tingal.
Bacaan yang cocok buat anak muda, apalagi yang menderita kegalauan tingkat tinggi. Tambah galau liat kalimat-kalimat cinta banyak bertebaran dalam buku:
  1. Cinta tak pernah berjalan mulus. Semakin panjang semakin rumit, semakin sulit pula menjaganya agar tak tumbang dihajar angin kencang, atau jatuh tersandung kerikil. (hlm. 17)
  2. Cinta itu hitam dan putih. Ada gelap dan terang. Cinta gak selamanya penuh keindahan dan kejelasan, tapi juga punya bagian gelap yang selalu bikin kita tersesat. Nggak semua cinta berjalan dan berakhir dengan indah. Banyak yang terperangkap dan terkurung dalam berbagai masalah. (hlm. 56)
  3. Mustahil jatuh cinta atau mencintai sesorang tanpa terlibat dengan berbagai masalah. (hlm. 56)
  4. Cinta gak selalu tegas. Ketika ia berakhir, pasti ada yang tersisa. Saat ia putus, masih ada sesuatu yang tersambung, terhubung. (hlm. 58)
  5. Bilang gak bilang pun, kamu akan tetap punya risiko kehilangan orang yang kamu cintai. (hlm. 87)
  6. Cinta kadang memang membutakan dan membuat tuli. (hlm. 102)
  7. Cinta tak bisa ditebak. Yang sudah begitu lama saling menjaga hati pun suatu waktu bisa saling menyakiti. (hlm. 103)
  8. Apa artinya luka kalau ia tak memberikanmu pelajaran apa-apa. (hlm. 109)
  9. Emang cinta kenal durasi? Orang yang belum pernah ketemu aja bisa saling suka. (hlm. 113)
  10. Bukankah memberi jalan seseorang masuk dan tinggal di dalam hati kita juga berarti menyerahkan semuanya kepadanya untuk merawat atau malah mengobrak-abrik hati. (hlm. 114)
  11. Cinta yang berakhir mustahil tak menyisakan luka, sebaik apa pun sebuah akhir itu terjadi. (hlm. 114)
  12. Jika cinta dapat menghilang karena hal-hal remeh dan tidak terlalu penting sejak awal, itu bukan cinta. (hlm. 151)
Bernard Batubara (@benzbara_) yang sebelumnya menulis buku Radio Galau FM (dan September ini bakal difilmin) memang juara banget buat kalimat-kalimat galau. Rasanya hampir tiap lembar pengen digarisin semua tulisannya, sayang sih kalau dilewatkan.. ( ʃ⌣ƪ)
Bahasanya yang mengalir gampang dicerna. Sayangnya konfliknya kurang, pas baca kalimat terakhir rasanya ‘abis aja gitu?’
Entah kenapa agak sedikit terganggu dengan pendeskripsian sosok Fila yang berulang; alis tebal, rambut hitam, dan yang paling sering adalah pengulangan rambut Fila yang sedikit bergelombong. Gak usah berkali-kali disebut juga kayaknya pembaca udah kebayang deh sosok Fila dari awal cerita.. (ˇ▼ˇ)-c<ˇ∨ˇ)
Terlepas dari itu, yakin banget buku ini bakal banyak yang suka, terutama remaja. Terlihat di akun twitternya @Benzbara_ yang banyak sekali upload foto #KataHati ini. Buktinya aja, belum sempet dilepas di toko buku, baru via online saja udah musti cetak ulang. Untunglah udah dapet yang ada tanda tangannya ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!
Sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali. Sesuatu itu berwujud satu, tetapi memiliki dua nama, ‘luka’ dan ‘kenangan’. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satunya lagi memaksamu untuk mendekat lagi. Tarik menarik antara mereka, bisa kau sebut: cinta. (hlm. 29)

Keterangan Buku:
Judul                : Kata Hati
Penulis              : Bernard Batubara
Editor               : Widyawati Oktavia
Proofreader      : Syafial Rustama
Penata letak      : Indra Adiwena
Desain sampul  : Gita Mariana
Foto penulis      : Muhammad Zulfariansyah
Penerbit            : Bukune
Terbit               : Juli 2012
Tebal                : 196 hlm.
ISBN               : 602-220-063-5
Murid-murid pose bersama #KataHati:

Komentar

sewa mobil mengatakan…
kayaknya patut dibaca nih.. hehe
iklan baris gratis mengatakan…
wah.. cerita romantis yah.. kapan-kapan mau coba baca deh..

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.