Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Hujan Sudah Berhenti

Gambar

"Membaca" Cerpen-Cerpen Bernard Batubara

“Membaca” Cerpen-Cerpen Bernard Batubara Oleh Edi Akhiles

“Pada satu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib. Demikianlah dusta terbesar itu.” Paulo Coelho, Sang Alkemis.
Salam, Bara. Saya bukanlah cerpenis Jogja seangkatan Bara. Secara proses kreatif, saya di atasnya, sejak tahun 1995. Saya seangkatan Agus Noor, Satmoko Budi Santoso, Raudal Tanjung Banua, dll., di bawah Budhi Sardjono atau Mustofa W. Hasyim. Tapi saya tak pernah berjumpa Umbu Landu Paranggi. Saya tahu nama Bara belum setahun ini. Saya tidak mengenalnya secara personal. Saya beberapa kali membaca karyanya, baik di koran, blog, maupun bukunya. Dua bukunya sudah saya baca. Kata Hati dan Milana. Untuk Milana, saya baca dua kali. Dan semalam (20 November 2013), sebelum kembali melumat Paulo Coelho, Sang Alkemis, untuk kedua kalinya saya menekuri Milana.

Mengenal Bara: Sebuah Wawancara dengan Bukune

Gambar
Mengenal Bara, Penulis yang Produktif
Menghasilkan Karya Sebuah Wawancara dengan Bukune



Hal itu pun dapat kamu lihat dari karya terbaru Bara berjudul Cinta. (Bukune, 2013). Novel yang bercerita tentang kisah perselingkuhan ini memang cukup mempermainkan perasaan saat membacanya. Lantas, apa sih alasan Bara membuat karya bertema cinta?

Telah Terbit "Angsa-Angsa Ketapang"

Gambar
Buku puisi Bernard Batubara, Angsa-Angsa Ketapang, telah terbit.

Silakan pre-order di (klik tautan): Indie Book Corner  atau via akun Twitter @indiebookcorner. Harga Rp. 50.000 (belum ongkos kirim) | Pre-order dibuka tanggal 7-15 November. Angsa-Angsa Ketapang tidak tersedia di toko buku, Hanya bisa dipesan dan dibeli online. Selamat berburu, karena tidak dicetak banyak, sangat terbatas. :)





[Short story] Goa Maria

Gambar
Goa Maria
A short story by Bernard Batubara Translated by Toni Pollard


It was unthinkable to Suhana that she’d have to wait such a seemingly endless long time. She was forced to remain patient. One of her good friends told her, “To be patient is a test from God and it goes on forever.” Forever? Yes, forever. Suhana felt she’d have to remain patient for far longer than that. Even though she could barely breathe or stem the flow of tears.
Wanto was the boy’s name. And he’d promised Suhana that he’d meet her. At the usual time and at the usual place, the Goa Maria swimming pool. But the meeting never took place. There was not even a glimpse of a hair on his head. No, even though the row of acacia trees had shed the last of their leaves and the seasons had rolled around. Still Suhana waited.

[CERPEN] Nyctophilia

Gambar
Dimuat di Koran Tempo, Minggu 3 November 2013


Nyctophilia Cerpen Bernard Batubara

Aku kira Levin Limark tak lagi bertemu dengan Joséphine, perempuan bermata kucing itu, ketika pada satu malam beberapa bulan yang lalu aku melihat mata malaikatnya menembus mataku di kedalaman dan menyentuh kalbuku. Sudah begitu lama aku tak lagi merasakan cinta, dan lelaki itu mengembalikan perasaan beruntung saat ia memelukku dan menciumiku dan kami bercampur dalam kegelapan seperti malam-malam sebelumnya.

Kisah Proses Penulisan “Cinta. (baca: cinta dengan titik)”

Gambar
Semuanya bermula dari sebuah pesan singkat yang masuk di ponsel saya, pada suatu malam di bulan September 2012 silam. Pesan itu datang dari seorang teman perempuan. Saya membacanya dengan seksama. “Bara, kamu lagi sibuk nggak? Aku mau curhat.”, bunyi pesan itu. Karena saya merasa tidak sedang sibuk, saya balas pesan itu dengan, “Nggak kok. Ayo, kapan? Di Dunkin, besok?” Lalu teman saya membalasnya lagi, “Oke, besok malam ya. Jam delapan? Oh, Bara. Kamu harus bikin novel dari curhatanku ini.”

Cinta.

Gambar
My new novel, "Cinta." [baca: cinta dengan titik] (Bukune, 2013) is now available in online book stores. Will be ready in Gramedia couple weeks later. Happy hunting! =)


You can buy the book online in these book stores:

PengenbukuBukabukuKutukutubukuInibukuBukuPlus




(PS: the hand in the picture above is @windyariestanty's.
the photo is also hers. thank you, mbak w!)

Puisi Saya di Kompas

Kompas Minggu, 1 September 2013 memuat dua puisi saya: Tempias, dan Kamar.




CINTA. (baca: cinta dengan titik)

Gambar
"Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku?
Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati?
Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. Cinta. Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara."


Menghampiri akhir bulan Agustus, hendak memasuki September yang ceria, saya persembahkan buku kelima saya.

"Cinta." (baca: cinta dengan titik) adalah sebuah kisah tentang sepasang hati atau lebih, dan kisahnya tak semanis yang dibayangkan. Mungkin pahit, mungkin sakit, atau lebih dari itu.

Namun, pada akhirnya, cinta akan berhenti di satu titik. Tidak lagi memikirkan beribu koma yang telah berlalu. Cinta akan berhenti pada satu titik. Berhenti pada perhentian akhir, perhentian yang tepat.

Maka, terimalah persembahanku, "Cinta." [baca: cinta dengan titik] (Bukune, 2013). Akan hadir membawa kisah yang…

[Talk Show] Kompas TV Pontianak / Khatulistiwa TV

Gambar
Kamis, 22 Agustus 2013 saya numpang mejeng dan bicara soal buku dan film di tayangan "I Love Pontianak" di Kompas TV Pontianak / Khatulistiwa TV. Ini adalah penampilan perdana saya talk show di layar kaca. Haduh!

Berikut beberapa gambar yang diambil langsung dari televisi di rumah. Kami sekeluarga (saya, papa, mama, dan adik) nonton bareng acara tersebut. Hahaha.


- Bara







Membaca Puisi di Fort Rotterdam MIWF 2013

Gambar
Saya membaca beberapa puisi dari buku Angsa-Angsa Ketapang di Fort Rotterdam, Makassar, pada perhelatan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, 25-29 Juni 2013.


Bernard Batubara & Dewi Lestari Bicara Alihwahana Buku ke Film di MIWF 2013

Gambar
Dua penulis cerita asli, Dewi Lestari dan Benz Bara, masing-masing berbagi pengalaman dan pendapat mengenai alihwahana buku karya mereka ke medium film. Apa pendapat jujur mereka?


BERTEMPAT di Fort Rotterdam, Sabtu 29 Juni 2013, diskusi seru yang dipandu oleh Aan Mansyur, mengetengahkan soal-soal dalam alihwahana buku ke film yang menjadi tren di industri film belakangan ini. Benz Bara menyatakan ia baru merasakan pengalaman pertama lewat dua bukunya yang sudah difilmkan dari satu produser yang sama dan dalam produksi keduanya, ia hanya memosisikan diri sebagai konsultan cerita. Sedangkan Dewi Lestari, yang hampir semua karyanya sudah dialihwahanakan ke film, mengatakan bahwa ia sudah tiga kali merasakan di posisi yang berbeda dalam pengalihawahanaan buku karyanya ke film: sebagai penulis skenario, sebagai konsultan cerita, dan tak terlibat dalam produksi. Diskusi ini merupakan diskusi paling ramai pengunjung selama pelaksanaan Makassar International Writers Festival yang digelar mula…

[Interview] Pontianak Post

Gambar
Saya tinggal (untuk sementara ini) di Jogja. Setiap bulan Ramadan, saya pulang ke kampung halaman, di Pontianak, Kalimantan Barat. Ramadan tahun ini, saya pulang kampung disambut dengan salah satunya oleh seorang wartawan harian lokal yang sudah dari jauh-jauh hari menanyakan kepada saya via Twitter kapan saya akan pulang ke Pontianak. Setelah saya pulang, keesokan harinya kami bertemu di Ayani Mega Mall Pontianak dan melakukan sesi wawancara.

Tanya-jawab berlangsung lancar. Kebanyakan seputar karir menulis saya. Dan karena profil saya akan dimuat di edisi Ramadan, maka saya pun diberi pertanyaan-pertanyaan seputar mudik dan lebaran.

Berikut gambar hasil wawancara tersebut yang dimuat di harian Pontianak Post, Rabu 7 Agustus 2013.




Mistis dan Kutukan di Kumpulan Cerpen Milana

Gambar
Oleh Mudin Em

Saya mengenal Bernard Batubara sebagai penulis puisi. Sekitar tahun 2010, saya membaca blognya dan menyukai puisipuisinya yang meresap ketika dibaca, tanpa harus memahami kata atau struktur kalimat yang rumit. Sebagai penyair muda, Bara punya kepercayaan diri yang kuat dalam katakata yang dipilihnya. Hal ini membuat puisipuisi Bara menjadi enak dibaca tanpa perlu bumbu yang berlebihan pada kalimatnya.
Sedikit kaget, tahun 2011, saya mendengar Bara menulis novel yaitu Radio Galau FM: Frekuensi Patah Hati dan Cinta yang Kandas. Namun, saya baru sempat membaca tulisan panjang Bara yang terbit tahun 2012 yaitu Kata Hati.
Di novel Kata Hati, saya melihat Bernard Batubara yang lain. Konflik percintaan remaja dengan plotplot yang tidak terlalu mengesankan, membuat saya berpikir bahwa Bara menurunkan levelnya dalam penulisan ini. Kata Hati tentu saja bukan bacaan yang buruk. Sebagai bacaan remaja dia layak untuk dibaca. Beberapa percakapan di novel tersebut cukup menarik. Satu yang…

Tempias

sebelumnya aku pernah begitu mendamba ricikMu
kota-kota ini, tuan, adalah kota yang berasal dari senja
di dalam lembar-lembar kosong kitab suciMu hangat, sebentar, melelehkan, dan melelahkan
tapi kematian terlahir sebagai harakat yang panjang ia harus panjang pula diucapkan, ia terlampau jauh
namun menyala demikian dekat demikian terang
kota-kota ini tumbuh dari kealpaan, aku adalah napasMu napasMu telah larut dalam hampa udara dalam doa-doa
sebelumnya aku pernah begitu mendamba ricikMu sebelum engkau menjelma tempias yang hanya halus
namun amat basah
demikian lekat demikian erat
2013



Sajak ini dimuat di Kompas, Minggu 1 September 2013.

[Manuscript] Perempuan Victorinox

Gambar
Alhamdulillah.

Akhirnya saya berhasil merampungkan naskah novel baru saya, Perempuan Victorinox. 

Saya mulai mengerjakan bab pertama Perempuan Victorinox pada 5 Mei 2013, dan naskah keseluruhan rampung pada 16 Juni 2013. Jadi, sekitar satu setengah bulan waktu yang saya habiskan untuk menulis manuskrip pertama Perempuan Victorinox. Pada postingan beberapa waktu lalu di sinisaya sudah bercerita sedikit tentang naskah novel yang sedang saya kerjakan ini. Di situ tertulis bahwa novel Perempuan Victorinox adalah perluasan dari salah satu cerita pendek yang ada di dalam buku terakhir saya, kumpulan cerita Milana (Gramedia, 2013).

Naskah Perempuan Victorinox akan saya kirim ke penerbit minggu depan. Semoga saja ia bernasib baik dan mendapat kabar baik dari penerbit, sehingga ia bisa segera berganti wujud menjadi sebuah buku dan bisa dinikmati oleh para pembaca. Mari kita doakan bersama-sama. :)


Salam,



Bernard Batubara

MILANA Cetakan Kedua!

Gambar
Saya baru tidur pukul tiga pagi dan terbangun oleh ketukan di pintu kamar pukul enam tiga puluh. Dengan mengucek mata dan bermalas-malasan, saya membuka pintu. Ternyata si pengetuk adalah ibu tetangga kos. Ia menyerahkan paket untuk saya. Saya mengucapkan terima kasih dan mengunci pintu kamar kembali, menyalakan lampu kamar untuk melihat paket tersebut.

Ternyata paket yang datang pagi ini adalah kiriman dari penerbit Gramedia. Isinya adalah buku MILANA cetakan kedua. Saya sudah menerima kabar tentang cetak ulang MILANA tapi kiriman bukunya baru tiba hari ini. Sambil mengucek mata lagi, saya melihat halaman depan MILANA. Tertulis "Cetakan kedua: Mei 2013" yang artinya cetak ulang kedua MILANA hanya berselang sebulan sejak cetakan pertamanya pada bulan April. WHOA! Alhamdulillah.

Terima kasih untuk para penunggu senja, pembaca MILANA, yang memungkinkan MILANA mengalami cetak ulang keduanya dengan begitu segera. Yang belum atau kesulitan menemukan MILANA di toko buku di kotany…

[Issue] Perempuan Victorinox

Gambar
Perempuan Victorinox.
Begitu saya namai project buku saya yang baru ini. Awalnya, buku ini saya niatkan sebagai kumpulan cerita saja. Tapi pada suatu hari saat saya tengah menikmati guyuran air di kamar mandi, tiba-tiba terlintaslah ilham untuk menjadikan Perempuan Victorinox (PV) lebih panjang dan membuatnya menjadi satu cerita yang utuh. Mungkin novel, atau novela, kalau saya tidak memiliki stamina yang cukup untuk menjadikannya novel.
Project PV ini terinspirasi dari perjalanan liburan saya ke Bali awal Januari lalu. Saya berlibur ke kota yang memiliki pantai-pantai indah tersebut dengan seseorang. Kami berdua menghabiskan kurang lebih seminggu di Bali, menyusuri satu pantai indah ke pantai indah yang lain. Dan sejak pertama kali melangkahkan kaki di tanah Bali, entah mengapa berbagai ide cerita berkelebatan di kepala saya. Sejak itu saya bertekad, sepulang dari Bali, saya harus menulis sebuah cerita.
Saat ini, PV sedang saya garap. Pada saat saya post catatan ini, saya baru saja me…

My New Book, "MILANA" is Now Available in Book Stores!

Gambar
Tanggal 25 April 2013, akhirnya secara resmi buku terbaru saya, "MILANA" terbit!
Milana adalah buku keempat sekaligus buku kumpulan cerpen pertama saya. Diterbitkan oleh penerbit Gramedia. Di dalamnya terdapat 15 cerpen terpilih yang saya tulis dalam rentang waktu tahun 2010 hingga 2013. Tidak seperti buku-buku saya sebelumnya yang selalu bicara soal cinta, di dalam buku Milana tidak semua cerita berkisah tentang cinta. Cerita-ceritanya lebih beragam karena memang saya menuliskan mereka sebagai cerita lepas yang tidak pernah saya niatkan untuk dibukukan sebelumnya.
Saat ini, Milana sudah tersedia dan dapat dibeli di toko-toko buku di beberapa kota di Indonesia. Sebagian pulau Sumatera dan Sulawesi, dan hampir seluruh daerah di pulau Jawa sudah menyediakan Milana. Kota-kota yang lain belum, segera menyusul dalam waktu satu sampai dua minggu. Alternatif lain untuk mendapatkan Milana adalah membeli di toko buku online (anda akan mendapatkan potongan harga!) sebagai berikut (kli…

Milana First Readers!

Gambar
Pre-order untuk buku terbaru saya, MILANA, sudah dibuka. Buku MILANA sudah dapat dibeli di beberapa toko buku online, seperti gramedia.com, pengenbuku.net, dan bukabuku.com. Di toko buku, MILANA akan hadir pada tanggal 25 April.

Sejak pre-order dibuka sekitar seminggu atau dua minggu yang lalu, sudah banyak yang memesan. Saya sendiri kaget sekaligus gembira melihat respons dan antusiasme pembaca yang luar biasa. Terima kasih, terima kasih!

Dan, ini adalah mereka yang sudah membeli dan memiliki MILANA, bahkan sebelum bukunya terbit dan beredar di toko-toko buku. I tell you now, they rock!





Fifth Book: Love Is Right [SOON!]

Gambar
Kemarin, saya mendapatkan kiriman yang menggembirakan dari penerbit Bukune, yakni surat perjanjian penerbitan buku untuk novel baru saya yang berjudul (sementara) LOVE IS RIGHT. Whoa! Kiriman surat ini tentu saja sebuah kabar gembira, karena artinya secara resmi naskah novel saya tersebut akan segera diterbitkan dalam waktu dekat. Horee!!

Naskah LOVE IS RIGHT sebenarnya sudah selesai saya tulis pada Desember 2012. Proses revisi sudah berlangsung satu kali. Namun setelah itu belum ada kabar lagi dari penerbit, karena editor saya, mbak Iwied (Widyawati Oktavia) sedang disibukkan dengan pekerjaan tambahan. Alhasil, saya menunggu saja sambil mengerjakan proyek menulis yang lain.

Dengan datangnya surat ini, plus mbak Iwied yang akhirnya menghubungi saya lagi dan berkata akan mengirimkan catatan revisi untuk naskahnya, maka LOVE IS RIGHT telah dipastikan akan segera terbit. Saya belum tahu kapan, bulan ini atau mungkin bulan depan. Yang jelas saya harus merevisi sekali lagi naskahnya, supay…

"Milana" PRE-ORDER + signed edition is now open!

Gambar
Halo!

Saat ini, "MILANA" sudah bisa dipesan lewat pre-order di @GramediaCom

link: http://t.co/WyTGN3drCE

"Milana" pre-order di @GramediaCom diskon 10% + edisi khusus dan terbatas bertandatangan.

Selamat memesan!



Bara

SEGERA TERBIT! "Milana" (Gramedia, 2013)

Gambar
"Kali ini saya sudah tahu namanya, Milana. Ia bercerita mengapa ia melukis senja. Dan mengapa ia selalu melakukannya di atas feri yang menyeberangi Selat Bali, dari Banyuwangi ke Jembrana. Ia sedang menunggu kekasihnya. Ia yakin suatu saat kekasihnya akan datang ke tempat ia menunggu. Ia tidak tahu kapan. Ia berkata kepada saya bahwa ia bukan saja yakin, tapi ia tahu, kekasihnya itu akan datang kepadanya.
Namun, belakangan saya baru sadar, Milana sedang menunggu seseorang yang tiada."

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Buku terbaru Bernard Batubara, MILANA: Perempuan yang Menunggu Senja (Gramedia, 2013) adalah buku kumpulan cerita. Milana memuat limabelas cerita pendek yang ditulis Bernard dalam kurun waktu tahun 2010-2013, termasuk sebuah cerita pendek di dalamnya yang berjudul "Milana". Beberapa cerita di dalam buku Milana pernah dimuat di koran, antologi bersama, dan di bl…

MILANA - Buku Keempat

Gambar
Alhamdulillah. Kata pertama yang saya ucapkan setelah mendapat e-mail dari Siska Yuanita, editor saya di Gramedia. E-mail tersebut berisi lampiran file naskah buku terbaru saya yang sudah siap untuk naik cetak.
Buku keempat ini, berjudul MILANA: Perempuan yang Menunggu Senja. Milana: Perempuan yang Menunggu Senja adalah kumpulan cerita pendek. Di dalamnya terdapat lima belas cerita pendek yang saya tulis dalam rentang waktu tahun 2010 - 2013. Sebagian cerita di dalamnya pernah dimuat di koran, buku antologi bersama, dan di website ini. Sebagian lagi adalah cerita-cerita baru yang belum pernah saya publikasikan di mana pun.
Milana sendiri adalah judul salah satu cerpen di dalam buku ini. Saya ambil untuk judul karena, entahlah, saya punya perasaan tersendiri dengan nama tersebut. Milana. Seorang perempuan yang menunggu senja. Tidakkah banyak perempuan menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu? Entah itu sesuatu yang pasti maupun tidak. Ah, cerita tentang menunggu memang tidak pernah ad…