Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

40 tempat atau lebih yang aku dan kita datangi sebelum, saat, dan sesudah aku dan kau menjadi kita

1. stasiun tugu yogya lalu stasiun gubeng surabaya. stasiun yang aku sebut terakhir adalah tempat pertama kali kita bertemu.

2. terminal bungurasih surabaya. awalnya aku hanya berencana untuk ke surabaya namun akhirnya kita pergi ke malang.

3. terminal arjosari malang. di sini bus kita berhenti lalu kita berpindah ke angkot dan melanjutkan perjalanan ke batu.

4. batu, malang. aku ingat kosanku di kaliurang saat pertama kali memasuki wilayah ini. sejuk. sama sejuknya seperti engkau.

5. jatim park. aku melihat binatang yang hidup dan yang diawetkan dan lain-lain tapi sebenarnya aku hanya fokus ke engkau.

6. stasiun tugu yogya. aku ulang karena di sini seringnya titik bertemu dan berpisah kita pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

7. luar benteng vredeburg malioboro. kau sangat suka sate di sini yang kusebut sebagai sate abal-abal. ya, memang enak sih.

8. mall dan kafe dan lain-lain (di antaranya kafe favoritku dan favoritmu) - ada lido, ada djendelo, ada dan lain sebagainya.

9. beberapa …

40 hal kecil tentang kau yang aku ingat dan lain-lain.

1. kau seperti laki-laki terjebak di tubuh perempuan cantik. hobimu naik gunung dan masuk goa dan yang lain yang laki-laki.

2. dulu semasa sekolah dan awal kuliah kau sangat tomboy. sekarang kau sudah bisa makeup dan bisa lebih perempuan.

3. kau tidak ingin sering-sering makan ayam.

4. kau senang memakan makanan yang tidak tampak seperti makanan.

5. kau tidak suka makan di mall.

6. kau suka sepatu putih bulukanmu karena saat memakainya kau merasa tidak sedang pakai sepatu. ringan sekali, kau bilang.

7. kau ingin kursus menjahit dan ikut latihan parkour.

8. kau memiliki sepasang mata yang warnanya sama seperti mataku.

9. kau punya kumis tipis.

10. gigimu bergemelutuk saat tidur. dan suara gemelutuknya semakin nyaring jika kau sedang sangat lelah.

11. kau suka menggaruk dan mencabuti sablon di kausku.

12. kau suka menusuk-nusukkan jarum di styrofoam. enak, katamu.

13. kau suka membuka-tutup-buka-tutup-buka-tutup lemari pakaian. mungkin bunyi 'jeblak!'nya menghiburmu.

14. kau han…

40 hal yang terlintas di kepalaku sesaat setelah bangun tidur pagi ini

1. kau bukan milikku lagi.

2. aku ingin membelikanmu styrofoam dan jarum kecil untuk kau mainkan di rumahmu di mana pun nanti dengan dia.

3. apa kenangan bertahan lebih lama daripada luka ataukah sebaliknya?

4. aku ingin sarapan soto kesukaanmu dan makan malam sate kesayanganmu agar aku merasa masih ada kau di dekatku.

5. walau telah dipersiapkan, sebuah kepergian yang mendadak tetap terasa menyakitkan. yang ini kau pasti juga tahu.

6. terimakasih sudah merapikan kamarku yang tak keruan. walau beberapa hari berikutnya malah hatiku yang berantakan.

7. ironi ada di mana saja.

8. aku mengingat segala hal kecil tentangmu.

9. apa kau akan mengenakan kaus milikku yang sengaja kuberikan kepadamu agar mau tidak mau kau terus ingat aku?

10. sakit hati itu sakit ya?

11. semoga kau bahagia.

12. adakah hal-hal yang ketika kau melihat atau mengalaminya kau akan seketika teringat aku?

13. semoga kau baik-baik saja. di masa sekarang dan nanti-nanti. jangan khawatir dengan keadaanku. aku bisa menjaga…

MILANA - Buku Keempat

Gambar
Alhamdulillah. Kata pertama yang saya ucapkan setelah mendapat e-mail dari Siska Yuanita, editor saya di Gramedia. E-mail tersebut berisi lampiran file naskah buku terbaru saya yang sudah siap untuk naik cetak.
Buku keempat ini, berjudul MILANA: Perempuan yang Menunggu Senja. Milana: Perempuan yang Menunggu Senja adalah kumpulan cerita pendek. Di dalamnya terdapat lima belas cerita pendek yang saya tulis dalam rentang waktu tahun 2010 - 2013. Sebagian cerita di dalamnya pernah dimuat di koran, buku antologi bersama, dan di website ini. Sebagian lagi adalah cerita-cerita baru yang belum pernah saya publikasikan di mana pun.
Milana sendiri adalah judul salah satu cerpen di dalam buku ini. Saya ambil untuk judul karena, entahlah, saya punya perasaan tersendiri dengan nama tersebut. Milana. Seorang perempuan yang menunggu senja. Tidakkah banyak perempuan menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu? Entah itu sesuatu yang pasti maupun tidak. Ah, cerita tentang menunggu memang tidak pernah ad…

Kamar

kata-kata yang sudah tua
tinggal di dalam kamar

rindu menekuk lutut di sudut
luka bergelantungan di pintu

tidak ada lampu untuk masa lalu
atau cinta yang terbaring dan demam

cuma kenangan tersangkut di sarang laba-laba
dan ingatan membungkus tubuhnya yang biru

tidak ada kita di atas kasur
atau sisa napas di pinggir bantal

cuma kepergian yang membekas di jendela
dan selembar tirai yang masih menunggu


(2013)


Sajak ini dimuat di Kompas, Minggu 1 September 2013.