Langsung ke konten utama

Milana First Readers!

Pre-order untuk buku terbaru saya, MILANA, sudah dibuka. Buku MILANA sudah dapat dibeli di beberapa toko buku online, seperti gramedia.com, pengenbuku.net, dan bukabuku.com. Di toko buku, MILANA akan hadir pada tanggal 25 April.

Sejak pre-order dibuka sekitar seminggu atau dua minggu yang lalu, sudah banyak yang memesan. Saya sendiri kaget sekaligus gembira melihat respons dan antusiasme pembaca yang luar biasa. Terima kasih, terima kasih!

Dan, ini adalah mereka yang sudah membeli dan memiliki MILANA, bahkan sebelum bukunya terbit dan beredar di toko-toko buku. I tell you now, they rock!





Komentar

lea mengatakan…
Ada saya \(´▽`)/
Makasih Bara (˘⌣˘)ε˘`)
Anonim mengatakan…
yasalammm cewek semuaaahhh, abegeh :D

penulis yang tampan emang selalu menjual meski tulisannya gak "tampan" sekalipun.


congrats bara :p
Bernard Batubara mengatakan…
kenapa nggak baca aja bukunya untuk tahu apakah tulisannya "tampan" atau nggak? ;)

thanks. :p

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.