Langsung ke konten utama

My New Book, "MILANA" is Now Available in Book Stores!


Tanggal 25 April 2013, akhirnya secara resmi buku terbaru saya, "MILANA" terbit!

Milana adalah buku keempat sekaligus buku kumpulan cerpen pertama saya. Diterbitkan oleh penerbit Gramedia. Di dalamnya terdapat 15 cerpen terpilih yang saya tulis dalam rentang waktu tahun 2010 hingga 2013. Tidak seperti buku-buku saya sebelumnya yang selalu bicara soal cinta, di dalam buku Milana tidak semua cerita berkisah tentang cinta. Cerita-ceritanya lebih beragam karena memang saya menuliskan mereka sebagai cerita lepas yang tidak pernah saya niatkan untuk dibukukan sebelumnya.

Saat ini, Milana sudah tersedia dan dapat dibeli di toko-toko buku di beberapa kota di Indonesia. Sebagian pulau Sumatera dan Sulawesi, dan hampir seluruh daerah di pulau Jawa sudah menyediakan Milana. Kota-kota yang lain belum, segera menyusul dalam waktu satu sampai dua minggu. Alternatif lain untuk mendapatkan Milana adalah membeli di toko buku online (anda akan mendapatkan potongan harga!) sebagai berikut (klik untuk membuka):





Semoga Milana bisa menjadi bacaan yang menghibur.

Selamat berburu Milana dan selamat membaca! 


~ Bara













Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.