Langsung ke konten utama

[Manuscript] Perempuan Victorinox




Alhamdulillah.

Akhirnya saya berhasil merampungkan naskah novel baru saya, Perempuan Victorinox. 

Saya mulai mengerjakan bab pertama Perempuan Victorinox pada 5 Mei 2013, dan naskah keseluruhan rampung pada 16 Juni 2013. Jadi, sekitar satu setengah bulan waktu yang saya habiskan untuk menulis manuskrip pertama Perempuan Victorinox. Pada postingan beberapa waktu lalu di sini saya sudah bercerita sedikit tentang naskah novel yang sedang saya kerjakan ini. Di situ tertulis bahwa novel Perempuan Victorinox adalah perluasan dari salah satu cerita pendek yang ada di dalam buku terakhir saya, kumpulan cerita Milana (Gramedia, 2013).

Naskah Perempuan Victorinox akan saya kirim ke penerbit minggu depan. Semoga saja ia bernasib baik dan mendapat kabar baik dari penerbit, sehingga ia bisa segera berganti wujud menjadi sebuah buku dan bisa dinikmati oleh para pembaca. Mari kita doakan bersama-sama. :)


Salam,



Bernard Batubara

Komentar

Unknown mengatakan…
amiiin semoga ada kabar baik ya kak
dan akakn jadi salah satu buku wajib dibeli klo udah terbit :)
Unknown mengatakan…
cepet banget ngerjainnya kak... tak usah diragukan lagi...
Pringadi mengatakan…
si benz jadi fulltime writer, keren

Postingan populer dari blog ini

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.