Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

CINTA. (baca: cinta dengan titik)

Gambar
"Mengapa cinta membuatku mencintaimu, ketika pada saat yang sama kau mencintai orang yang bukan aku? Ketika telah membuka hati, aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi. Apakah setelah cinta memang harus selalu ada air mata dan luka hati? Kalau begitu, bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja. Cinta. Tanpa ada yang lain setelahnya. Kita lihat ke mana arahnya bermuara." Menghampiri akhir bulan Agustus, hendak memasuki September yang ceria, saya persembahkan buku kelima saya. "Cinta." (baca: cinta dengan titik) adalah sebuah kisah tentang sepasang hati atau lebih, dan kisahnya tak semanis yang dibayangkan.  Mungkin pahit, mungkin sakit, atau lebih dari itu. Namun, pada akhirnya, cinta akan berhenti di satu titik. Tidak lagi memikirkan beribu koma yang telah berlalu. Cinta akan berhenti pada satu titik. Berhenti pada perhentian akhir, perhentian yang tepat. Maka, terimalah persembahanku, "Cinta."  [baca: cinta dengan

[Talk Show] Kompas TV Pontianak / Khatulistiwa TV

Gambar
Kamis, 22 Agustus 2013 saya numpang mejeng dan bicara soal buku dan film di tayangan "I Love Pontianak" di Kompas TV Pontianak / Khatulistiwa TV. Ini adalah penampilan perdana saya talk show di layar kaca. Haduh! Berikut beberapa gambar yang diambil langsung dari televisi di rumah. Kami sekeluarga (saya, papa, mama, dan adik) nonton bareng acara tersebut. Hahaha. - Bara

Membaca Puisi di Fort Rotterdam MIWF 2013

Gambar
Saya membaca beberapa puisi dari buku Angsa-Angsa Ketapang di Fort Rotterdam, Makassar, pada perhelatan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, 25-29 Juni 2013.

Bernard Batubara & Dewi Lestari Bicara Alihwahana Buku ke Film di MIWF 2013

Gambar
Dua penulis cerita asli, Dewi Lestari dan Benz Bara, masing-masing berbagi pengalaman dan pendapat mengenai alihwahana buku karya mereka ke medium film. Apa pendapat jujur mereka? BERTEMPAT di Fort Rotterdam, Sabtu 29 Juni 2013, diskusi seru yang dipandu oleh Aan Mansyur, mengetengahkan soal-soal dalam alihwahana buku ke film yang menjadi tren di industri film belakangan ini. Benz Bara menyatakan ia baru merasakan pengalaman pertama lewat dua bukunya yang sudah difilmkan dari satu produser yang sama dan dalam produksi keduanya, ia hanya memosisikan diri sebagai konsultan cerita. Sedangkan Dewi Lestari, yang hampir semua karyanya sudah dialihwahanakan ke film, mengatakan bahwa ia sudah tiga kali merasakan di posisi yang berbeda dalam pengalihawahanaan buku karyanya ke film: sebagai penulis skenario, sebagai konsultan cerita, dan tak terlibat dalam produksi. Diskusi ini merupakan diskusi paling ramai pengunjung selama pelaksanaan Makassar International Writers Festival yang di

[Interview] Pontianak Post

Gambar
Saya tinggal (untuk sementara ini) di Jogja. Setiap bulan Ramadan, saya pulang ke kampung halaman, di Pontianak, Kalimantan Barat. Ramadan tahun ini, saya pulang kampung disambut dengan salah satunya oleh seorang wartawan harian lokal yang sudah dari jauh-jauh hari menanyakan kepada saya via Twitter kapan saya akan pulang ke Pontianak. Setelah saya pulang, keesokan harinya kami bertemu di Ayani Mega Mall Pontianak dan melakukan sesi wawancara. Tanya-jawab berlangsung lancar. Kebanyakan seputar karir menulis saya. Dan karena profil saya akan dimuat di edisi Ramadan, maka saya pun diberi pertanyaan-pertanyaan seputar mudik dan lebaran. Berikut gambar hasil wawancara tersebut yang dimuat di harian Pontianak Post, Rabu 7 Agustus 2013.