31 Maret 2013

40 tempat atau lebih yang aku dan kita datangi sebelum, saat, dan sesudah aku dan kau menjadi kita

1. stasiun tugu yogya lalu stasiun gubeng surabaya. stasiun yang aku sebut terakhir adalah tempat pertama kali kita bertemu.

2. terminal bungurasih surabaya. awalnya aku hanya berencana untuk ke surabaya namun akhirnya kita pergi ke malang.

3. terminal arjosari malang. di sini bus kita berhenti lalu kita berpindah ke angkot dan melanjutkan perjalanan ke batu.

4. batu, malang. aku ingat kosanku di kaliurang saat pertama kali memasuki wilayah ini. sejuk. sama sejuknya seperti engkau.

5. jatim park. aku melihat binatang yang hidup dan yang diawetkan dan lain-lain tapi sebenarnya aku hanya fokus ke engkau.

6. stasiun tugu yogya. aku ulang karena di sini seringnya titik bertemu dan berpisah kita pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

7. luar benteng vredeburg malioboro. kau sangat suka sate di sini yang kusebut sebagai sate abal-abal. ya, memang enak sih.

8. mall dan kafe dan lain-lain (di antaranya kafe favoritku dan favoritmu) - ada lido, ada djendelo, ada dan lain sebagainya.

9. beberapa restoran cepat saji. (kau tidak begitu suka restoran cepat saji, sama sepertiku. saat itu kita sudah terlalu lapar.)

10. kemang. tempat pertama di jakarta yang jadi titik bertemu kita. (oh, kota itu sungguh riuh sekali, aku tidak suka)

11. cikini. tempat kedua di jakarta. (aku ingat kau datang pagi hari sambil membawakan sarapan nasi goreng buatanmu sendiri)

12. bekasi. ah, aku hampir melewatkan kota ini. harusnya ini yang kusebut sebagai tempat pertama kita bertemu di jakarta tadi.

13. bali. ini kota terjauh dari kotaku yang pernah aku datangi bersama kau. bersama kita. (kota ini inspiratif sekali, sama seperti kotaku)

14. banyuwangi. sebelum tiba di kota terjauh yang pernah aku datangi bersama kau itu, kita mampir di sini. turun dari kereta.

15. selat bali. di sini tempat perpindahan zona waktu dari kotaku ke kota terjauh yang pernah aku datangi bersama kau.

16. jembrana. tanah pertama yang aku pijak saat tiba di pulau yang berbeda dengan pulau kotaku. oh, senja sangat indah di sini.

17. terminal mengwi. saat itu kau tampak bingung karena menurutmu seharusnya bus yang kita tumpangi turun di terminal ubung.

18. kuta. kita naik taksi dari terminal mengwi ke sini dan membayar sopir seharga mahal-tapi-sudah-capek-yasudahlah rupiah.

19. banyak pantai di bali. aku akan menyebutkannya satu per satu setelah ini.

20. pantai kuta. pantai terdekat dari hotel tempat kita menginap di bali. tinggal jalan kaki, sampai. (tapi saat itu sedang panas)

21. balangan. perbincangan serius pertama kita di bali terjadi di sini. aku merekam senja di sini. kau cantik.

22. apakah aku sempat terdistraksi oleh ingatanku sendiri di tempat sebelumnya? oh, sudah kuduga.

23. dreamland. ramai sekali orang di sini.

24. pantai suluban. kau bilang juga blue point. di sini banyak sekali anak tangga.

25. gwk. menonton tari kecak api. kau ingin membawa pulang satu ekor monyet kecil yang bertingkah lucu.

26. water blow. ponselku rusak di sini terhantam air laut yang menyembur lewat celah-celah kumpulan batu karang.

27. legian. kita minum kopi dan berbincang dengan teman pukul tiga pagi dan melihat dua orang bule mabuk berteriak-teriak.

28. ubud. oh, aku cinta tempat ini! aku ingin kembali ke sana lagi dan lagi dan lagi dan lagi. bersama kau tentu saja.

29. pantai rahasia. pantai paling bagus yang kita datangi di bali. sepi dan bersih dan senyummu membuat kau tambah cantik.

30. (oh, aku terdistraksi lagi, bukan?)

31. ngurah rai dan juanda. dua bandara yang kita hampiri dalam perjalanan pesawat pertamaku berdua denganmu.

32. solo balapan. naik prameks dari tugu. pertama kalinya naik prameks. di solo balapan ada pengamen keren.

33. ngarsopuro. oh aku suka sekali lampu taman berbungkus seperti sarang burung itu. dan hiasan taman lain dan es nong-nong!

34. museum rokok di surabaya. aku benci rokok tapi aku suka melihat buruh rokok itu membuat rokok. cepat sekali seperti robot!

35. jalan kaliurang. kau sudah hapal arah ke tempat tinggalku?

36. terminal giwangan. sepulang dari mengantarmu, aku kecelakaan.

37. jimbaran. kita hanya lewat. kau menunjukkan salah satu titik yang bagus di sana. namun kita hanya lewat.

38. stasiun maguwo. aku baru tahu di bandara adisutjipto ada stasiun kereta api. (dan aku baru tahu tidak bisa naik kereta langsung ke bali)

39. stasiun lempuyangan. aku baru tahu ada kereta api lain pada jam lain menuju surabaya selain yang ada di stasiun tugu.

40. ratu boko. kau pasti akan sangat ingat tempat ini. bukan begitu, senjaku?




40 hal kecil tentang kau yang aku ingat dan lain-lain.

1. kau seperti laki-laki terjebak di tubuh perempuan cantik. hobimu naik gunung dan masuk goa dan yang lain yang laki-laki.

2. dulu semasa sekolah dan awal kuliah kau sangat tomboy. sekarang kau sudah bisa makeup dan bisa lebih perempuan.

3. kau tidak ingin sering-sering makan ayam.

4. kau senang memakan makanan yang tidak tampak seperti makanan.

5. kau tidak suka makan di mall.

6. kau suka sepatu putih bulukanmu karena saat memakainya kau merasa tidak sedang pakai sepatu. ringan sekali, kau bilang.

7. kau ingin kursus menjahit dan ikut latihan parkour.

8. kau memiliki sepasang mata yang warnanya sama seperti mataku.

9. kau punya kumis tipis.

10. gigimu bergemelutuk saat tidur. dan suara gemelutuknya semakin nyaring jika kau sedang sangat lelah.

11. kau suka menggaruk dan mencabuti sablon di kausku.

12. kau suka menusuk-nusukkan jarum di styrofoam. enak, katamu.

13. kau suka membuka-tutup-buka-tutup-buka-tutup lemari pakaian. mungkin bunyi 'jeblak!'nya menghiburmu.

14. kau hanya mau diajak foto berdua jika sedang berada di tempat yang bagus. di atas candi atau di pantai yang sepi.

15. kau bawel sekali.

16. kau jarang galau karena laki-laki. sulit buang air besar lebih mampu membuatmu galau ketimbang patah hati.

17. kau sangat suka jalan-jalan.

18. kau bisa menghabiskan waktu berlama-lama di bawah kucuran air panas saat mandi dan demam setelahnya.

19. dan kau tidak kapok dengan itu.

20. kau tidak bisa makan daging.

21. kau malas mencuci pakaian.

22. alismu sangat tebal dan hidungmu kecil.

23. kau galau seharian saat menghadiri wisudamu dan alismu harus dicukur.

24. kau bicara bahasa inggris dengan aksen british.

25. kau tidak suka dipanggil cantik. meski sungguh, kau memang cantik.

26. kau selalu membawa permen karet di dalam tasmu. selalu happydent white.

27. kau tidak suka dilihat saat sedang memakai apa itu namanya, eyeliner? karena itu mengganggu konsentrasimu.

28. kau sering sit-up sebelum tidur. (perempuan mana yang sering sit-up sebelum tidur?! dasar.)

29. maka dari itu perutmu lebih rata dari perutku. (oh tentu saja perutku takkan pernah lebih rata dari perutmu)

30. kau tidak bisa tidur terlentang.

31. kau tidak menyukai makeupmu saat wisudamu

32. kau jarang mengepel kamarmu. (kalau yang ini sama seperti aku. hahaha!)

33. kau tidak suka mengeringkan badanmu dengan handuk setelah mandi. kau membiarkan ia kering dengan sendirinya.

34. kau selalu menarik tanganku untuk memelukmu dari belakang jika aku lupa. kau tidak nyaman tidur tanpa itu, katamu.

35. kau suka makan snack yang merknya tidak terkenal.

36. kau sulit sekali dibikin cemburu. (aku sampai pernah berencana untuk sengaja membuat cemburu. fyi.)

37. namun rencana itu gagal. (kau malah cemburu dengan hal-hal yang sebenarnya tidak ada. dasar.)

38. kau mandi cepat sekali.

39. suaramu cempreng. (tapi aku suka. halah!)

40. kau senang berjalan kaki.




40 hal yang terlintas di kepalaku sesaat setelah bangun tidur pagi ini

1. kau bukan milikku lagi.

2. aku ingin membelikanmu styrofoam dan jarum kecil untuk kau mainkan di rumahmu di mana pun nanti dengan dia.

3. apa kenangan bertahan lebih lama daripada luka ataukah sebaliknya?

4. aku ingin sarapan soto kesukaanmu dan makan malam sate kesayanganmu agar aku merasa masih ada kau di dekatku.

5. walau telah dipersiapkan, sebuah kepergian yang mendadak tetap terasa menyakitkan. yang ini kau pasti juga tahu.

6. terimakasih sudah merapikan kamarku yang tak keruan. walau beberapa hari berikutnya malah hatiku yang berantakan.

7. ironi ada di mana saja.

8. aku mengingat segala hal kecil tentangmu.

9. apa kau akan mengenakan kaus milikku yang sengaja kuberikan kepadamu agar mau tidak mau kau terus ingat aku?

10. sakit hati itu sakit ya?

11. semoga kau bahagia.

12. adakah hal-hal yang ketika kau melihat atau mengalaminya kau akan seketika teringat aku?

13. semoga kau baik-baik saja. di masa sekarang dan nanti-nanti. jangan khawatir dengan keadaanku. aku bisa menjaga diri.

14. aku akan tetap mendoakanmu. tentunya dengan bunyi doa yang berbeda. namun tetap untuk kesehatan dan kebahagiaanmu.

15. siapapun nanti orang yang akan menjadi pasanganku berikutnya, aku minta maaf karena mereka punya saingan berat: kau.

16. jangan khawatir, aku akan membantumu melupakan dan melepaskan kita.

17. jangan mandi dengan air panas terlalu lama. kau bisa sakit dan saat itu dia mungkin sedang terlalu sibuk untuk merawatmu.

18. jangan sakit.

19. apa kau masih menyimpan hadiah ulang tahun dariku? apa kau kelak tetap akan memberikan hadiah ulang tahun untukku?

20. aku rasa aku sudah terlatih untuk terluka. tenang saja.

21. aku ingin mengirim ke alamatmu sate abal-abal di depan benteng vredeburg setiap selepas maghrib agar kau terus bahagia.

22. aku ingin mengirim ke alamatmu soto dengan gorengan enak yang kaularang untuk aku makan karena itu membuatku batuk.

23. terimakasih sudah membelikanku buku kumpulan dongeng walau aku masih belum sempat membacakannya untukmu

24. aku akan membacakan dongeng untuk anak-anakku. aku akan bilang ini buku dari kekasih terbaik ayah mereka di masa lalu.

25. mungkin aku akan menulis dongeng tentang kita.

26. i miss you. i miss you. i miss you. i miss you. i love you. i miss you. i miss you...... (ulangi hingga kaulelah)

27. mungkin setelah ini aku akan kembali menulis puisi. lukanya sudah tertampung terlalu banyak untuk tidak dituang kembali.

28. aku masih bisa menyebutkan banyak hal, jika kau bertanya kepadaku "apa yang kauingat tentang aku?" - sungguh.

29. jatuh cintalah lagi dengan siapapun yang bukan aku. aku akan bantu dengan doa agar kau dapat segera melakukannya.

30. jatuh cintalah dengan orang yang mengingat hal-hal kecil tentangmu lebih banyak dari aku.

31. aku akan menulis tentang apa saja yang aku ingat darimu. dan kau takkan punya cukup waktu untuk selesai membacanya.

32. aku akan jatuh cinta dengan perempuan lain. dan pada saat-saat pertama, mungkin aku akan membandingkan dia dengan kau.

33. itu hal buruk, aku tahu. tapi, ya, mau bagaimana lagi.

34. aku sudah menepati janjiku untuk mencintaimu hingga akhir. apapun bentuk sebuah akhir itu.

35. laptop dan ponselku penuh dengan potret wajahmu. ini off the record saja ya.

36. semoga kehidupan kau dengan siapapun nanti lebih baik dari kehidupanmu saat bersamaku.

37. aneh, semakin aku pergi jauh semakin aku merasa semakin dekat dengan kenangan tentang kau. aneh. ini aneh.

38. aku ingin semakin banyak menulis tentang kau agar di dada dan kepalaku semakin sedikit stok ingatan tentang kau.

39. tapi aku rasa cara itu tidak akan berhasil.

40. aku ingin berhenti menulis daftar hal-hal yang kuingat saat bangun tidur pagi ini, namun kepala dan jariku tidak mengizinkan.



26 Maret 2013

MILANA - Buku Keempat





Alhamdulillah. Kata pertama yang saya ucapkan setelah mendapat e-mail dari Siska Yuanita, editor saya di Gramedia. E-mail tersebut berisi lampiran file naskah buku terbaru saya yang sudah siap untuk naik cetak.

Buku keempat ini, berjudul MILANA: Perempuan yang Menunggu Senja. Milana: Perempuan yang Menunggu Senja adalah kumpulan cerita pendek. Di dalamnya terdapat lima belas cerita pendek yang saya tulis dalam rentang waktu tahun 2010 - 2013. Sebagian cerita di dalamnya pernah dimuat di koran, buku antologi bersama, dan di website ini. Sebagian lagi adalah cerita-cerita baru yang belum pernah saya publikasikan di mana pun.

Milana sendiri adalah judul salah satu cerpen di dalam buku ini. Saya ambil untuk judul karena, entahlah, saya punya perasaan tersendiri dengan nama tersebut. Milana. Seorang perempuan yang menunggu senja. Tidakkah banyak perempuan menghabiskan waktunya hanya untuk menunggu? Entah itu sesuatu yang pasti maupun tidak. Ah, cerita tentang menunggu memang tidak pernah ada habisnya.

Bagaimana kisah Milana: Perempuan yang Menunggu Senja? Apakah sama dengan cerita penantianmu? Baca ceritanya, bersama cerita-cerita lain di dalam buku ini.

Milana: Perempuan yang Menunggu Senja akan terbit bulan depan lewat penerbit Gramedia. Nantikan Milana di toko-toko buku kesayangan kamu.


Salam,



Bara







6 Maret 2013

Kamar

kata-kata yang sudah tua
tinggal di dalam kamar

rindu menekuk lutut di sudut
luka bergelantungan di pintu

tidak ada lampu untuk masa lalu
atau cinta yang terbaring dan demam

cuma kenangan tersangkut di sarang laba-laba
dan ingatan membungkus tubuhnya yang biru

tidak ada kita di atas kasur
atau sisa napas di pinggir bantal

cuma kepergian yang membekas di jendela
dan selembar tirai yang masih menunggu


(2013)


Sajak ini dimuat di Kompas, Minggu 1 September 2013.