Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Excerpt: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri

Ilustrasi: Ida Bagus Gede Wiraga “Bril, aku tidak tahu mengapa aku menceritakan semua ini kepadamu. Aku baru mengenalmu dan kau bahkan bukan manusia.” “Kau bisa bercerita apa pun, kalau itu membuat perasaanmu lebih ringan.” Rahayu mengusap air matanya. “Yah…, aku rasa perasaanku sekarang lebih ringan. Bril, terima kasih.” Sudah kukatakan kepadamu, bahwa Rahayu sangat cantik? Aku ralat, Rahayu bukan cantik, melainkan tidak membosankan. Ada perbedaan yang sangat jelas antara cantik dan tidak membosankan. Gadis-gadis di kampusku cantik (kau bertanya bagaimana cara malaikat kuliah? Tentu saja aku bisa kuliah, ayahku tidak disebut Dewa tanpa sebuah alasan), tapi semua gadis cantik itu membosankan. Semuanya berdandan dengan cara yang sama, mengenakan pakaian yang sama, gaya rambut yang sama, membicarakan hal yang sama, dan mengeluhkan hal yang sama. Membosankan. Rahayu tidak membosankan. Saat bersama Rahayu, entah bagaimana, aku merasa seperti sedang berada di Bumi sek

Di Balik Proses Jatuh Cinta

Saya ingin bercerita sedikit tentang proses terbitnya buku terbaru saya: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri . Agar memudahkan, saya akan menyebut dengan nama yang lebih singkat: Jatuh Cinta. Seperti pernah saya ceritakan di tulisan yang lalu , first draft atau naskah pertama Jatuh Cinta saya serahkan ke editor pada bulan Agustus. Saya mengirim dengan maksud untuk mencoba-coba saja, sebenarnya. Mengingat agak sulit menembus penerbit dengan naskah kumpulan cerita. Dibanding novel, kumpulan cerita memiliki segmen pembaca yang lebih khusus, mungkin itu sebabnya tidak banyak penerbit yang mau menerima naskah kumpulan cerita. Alhamdulillah, ternyata kurang-lebih sebulan kemudian saya mendapat kabar baik. Editor saya, Widyawati Oktavia (Iwied), berkata bahwa naskah kumpulan cerita yang saya kirim telah diajukan dan didiskusikan di rapat redaksi. Hasilnya: Penerbit GagasMedia setuju untuk menerbitkan naskah tersebut. Tidak luput beberapa catatan yang menyertai kabar m

Jatuh Cinta + Signed Edition

HAI. Para pembaca yang baik hati. Buku terbaru saya,  Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri sekarang sudah bisa dipesan di toko buku online yang bekerjasama dengan penerbit. Buku yang dijual berharga diskon + edisi bertandatangan (terbatas). Berikut daftar toko bukunya: Buku Plus Buka Buku Buku Buku Laris Buku Kita Pengen Buku Toko Baca Kawan Buku Kutu Kutu Buku Buku Wanita Tokopedia Toko Buku Scoop (klik untuk membuka tautan dan memesan)

Buku Baru: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri

“Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. Untuk hal itu, aku setuju.” Kebanyakan orang lebih senang menceritakan sisi manis dari cinta. Sedikit sekali yang mampu berterus terang mengakui dan mengisahkan sisi gelap cintanya. Padahal, meski tak diinginkan, selalu ada keresahan yang tersembunyi dalam cinta. Bukankah kisah cinta selalu begitu? Di balik hangat pelukan dan panasnya rindu antara dua orang, selalu tersimpan bagian muram dan tak nyaman. Sementara, setiap orang menginginkan cinta yang tenang-tenang saja. Cinta adalah manis. Cinta adalah terang. Cinta adalah putih. Cinta adalah senyum. Cinta adalah tawa. Sayangnya, cinta tak sekadar manis. Cinta tak sekadar terang. Cinta tak melulu tentang senyum dan tawa. Ini kisah cinta yang sedikit berbeda. Masih beranikah kau untuk jatuh cinta? - "Cinta yang Bara ungkap di buku ini buka

ilustrasi di buku terbaru

Di buku terbaru saya (yang akan terbit bulan depan, semoga)  Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri, akan ada beberapa ilustrasi. Ilustrasi-ilustrasi tersebut melengkapi setiap cerita. Total ada 15 cerita, sehingga akan ada 15 ilustrasi. Yang saya pajang ini adalah salah duanya. Sang ilustrator adalah IBG Wiraga (Hege). Saya menyukai gaya ilustrasinya yang sederhana namun detail, dreamy, dan terkadang surreal. Saya sudah pernah kerjasama dengan Hege untuk buku puisi saya, Angsa-Angsa Ketapang, edisi revisi. Saya pikir saya ingin ilustrasi-ilustrasi dia hadir kembali di buku terbaru saya. Maka saya pun menghubunginya, dan dia menyanggupi. Editor dan penerbit pun sepakat untuk menggunakan ilustrasi-ilustrasi Hege. Kalau ingin lihat karya Hege yang lain, mampirlah ke blognya: http://ibgwiraga.com Apa kamu suka ilustrasi ini? :)

film: surat untuk ruth

Adalah editor saya untuk buku Surat untuk Ruth , Siska Yuanita, yang memperkenalkan saya dengan Ve Handojo, orang yang kemudian menyampaikan kepada saya bahwa kantor tempat ia bekerja berminat untuk mengadaptasi novel saya ke layar lebar. Saya tahu nama Ve Handojo lewat Twitter, belum pernah bertemu langsung. Setelah mencari-cari, saya baru tahu bahwa ia adalah salah satu penulis skenario dalam film omnibus Rectoverso Dee Lestari, dan saya menyukai film itu. Saya pun berkomunikasi via surel dengan Mbak Siska dan Mas Ve. Kami berkenalan dan bersepakat untuk bertemu di Jogja, membicarakan lebih jauh tentang rencana tersebut. Lewat pertemuan itu, saya mengetahui dua hal: Pertama, kantor tempat Mas Ve bekerja adalah Screenplay Productions. Kedua, Mas Ve memiliki visi yang menarik terhadap film Surat untuk Ruth. Pertemuan pertama kami di Jogja lebih banyak membahas ide-ide kreatif dan visi dari masing-masing pihak, bagaimana Mas Ve mewakili production house memandang f