Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Meriam Beranak

Ilustrasi oleh Ida Bagus Gede Wiraga Meriam Beranak Cerpen Bernard Batubara Dimuat di Jurnal Nasional, 26 Januari 2014 Sebelum menjadi sebatang meriam, dahulu ia adalah seorang perempuan. Setiap sore, seperti perempuan-perempuan lain yang tinggal dan hidup di tepian Sungai Kapuas, ia membasuh tubuhnya dengan air sungai terpanjang di negerinya itu. Dengan khusyuk ia bersihkan sudut demi sudut lekuk tubuhnya. Para lelaki yang telah beristri mengintip dari balik pintu dan jendela rumah mereka. Seraya menikmati siraman air dan cahaya senja dari Barat langit, ia mandikan pula anak lelakinya yang sematawayang. Janda beranak pengacau rumah tangga orang, kata para istri lelaki-lelaki yang mengintip dirinya. Kembang harum beranak satu, kata para suami penuh berahi itu. “Bapak mana, Mak?” Begitulah anak lelaki sematawayangnya itu bertanya saban langit telah gelap dan dikerubungi bintang-bintang. Maka dadanya pun terasa ada yang menghantam dan jantun

Hamidah Tak Boleh Keluar Rumah

Ilustrasi oleh Della Yulia Paramita Hamidah Tak Boleh Keluar Rumah Cerpen Bernard Batubara Dimuat di Pontianak Post, 9 Februari 2014 “Tinggallah di rumah saja, Hamidah, bintang-bintang di langit dan rembulan purnama tak menginginkanmu keluar rumah, mereka cemburu dengan parasmu yang eloknya mengalahkan kesempurnaan pesona dewi-dewi nirwana. Jika kau keluar juga, kau akan meletakkan hidupmu dalam bahaya.” Begitu bunyi pesan suami Hamidah kepada istrinya yang kudengar dari cerita seorang lelaki tua pada suatu malam di warung kopiku. Lelaki itu datang dan dengan serta-merta berkata kepadaku, “Maukah kau dengar sebuah kisah, tentang seorang perempuan yang kecantikannya begitu berbahaya hingga bisa mengacaukan seisi alam raya dan memporak-porandakan semesta?” Karena kukira lelaki tua itu berlebih-lebihan dan aku yakin tak ada perempuan semacam itu, maka aku pun tak menghiraukannya. Aku terus saja melayani pelanggan yang lain dan mengerjakan hal-hal