18 Maret 2014

surat untuk ruth







                                            Ubud,  6 Oktober 2012

Ruth,

Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama,
bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama?

Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan.
Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan?

Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth?

JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati
saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa
kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang
untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu.

Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.

                                
                                                                                                                                                            - Areno





Di penghujung Maret yang basah, saya mendapat kabar gembira.

Novel saya yang terbaru akan segera terbit lewat penerbit Gramedia Pustaka Utama. Judulnya: Surat untuk Ruth.

Surat untuk Ruth adalah novel ketiga saya, sekaligus menjadi buku keenam saya. Manuskripnya saya selesaikan, kalau tidak salah, pada bulan Oktober tahun 2013. Naskah tersebut sempat tertunda pengerjaannya karena satu dan lain hal. Namun, pada awal 2014, saya diberitahu oleh editor saya, Siska Yuanita, bahwa Surat untuk Ruth akan segera diproses. Akhirnya, penyuntingan pun dimulai. Tentu saja terdapat revisi di sana-sini. Saya dan Siska saling mengirim naskah hasil revisi dan berdiskusi tentang bagian-bagian yang masih janggal dan perlu diperbaiki. Kerja keras kami selama kurang lebih tiga bulan menemukan muaranya. Naskah sudah beres, cover digarap, dan saya memilih cover yang sekarang sebagai yang saya anggap paling mewakili isi cerita Surat untuk Ruth.

Cerita seperti apa yang saya tulis di Surat untuk Ruth? Ya, benar, masih tentang cinta. Saya belum bosan untuk menulis cerita tentang cinta, beserta luka, kenangan, dan kehilangan yang selalu menyertainya.

Itulah kata kuncinya: kehilangan. Kehilangan dan perpisahan. Dua hal ini yang saya kisahkan dalam Surat untuk Ruth. Apakah kamu pernah mengalami dua peristiwa tersebut? Apakah kamu pernah kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai? Apakah kamu pernah terpaksa untuk berpisah dengannya, karena ada hal lain yang tak mengizinkan kalian bersama? Apakah kamu pernah mengalaminya?

Jika jawabannya adalah iya, maka Surat untuk Ruth adalah buku yang saya tulis khusus untukmu.

Agar kamu tidak bertanya-tanya, maka saya akan memberi tahu bahwa Surat untuk Ruth akan terbit pada tanggal 14 April 2014.

Selamat membaca. Selamat terluka.


Bara






47 komentar:

Nhe! mengatakan...

Areno itu yg di cerpen Milana bukan kak? :D

benz mengatakan...

Nhe: Betuuuuuul!

Firda Eka Pertiwi mengatakan...

Ngga sabar nunggu bukunya terbit :)

benz mengatakan...

Firda: Aku pun!

agatha tiffany mengatakan...

*bersiap untuk terluka*

benz mengatakan...

agatha: yakin? baiklah! :)

Musim Hujan mengatakan...

Kak Bara sering menceritakan tentang cinta yang terhalang sesuatu hal :)52

Zuchruf Fiddaroini mengatakan...

setelah kata hati,milana dan Cinta. aku selalu jatuh cinta sama tulisan2mu bar :)

benz mengatakan...

Musim: Cinta mana kah yang tidak pernah terhalang? Bukan begitu?

benz mengatakan...

Zuchruf: Terima kasih ya.

Zuchruf Fiddaroini mengatakan...

di Cinta. berasa seperti nessa, entah disini mungkin merasakan kehilangan juga :)

Onixtin Sianturi mengatakan...

tidak sabar untuk menemukan keutuhan cerita... dijamin gak basi ya kak? hehe

Puja Putri mengatakan...

Kak, ada pemesanan buku+ttd nya gak?:D

benz mengatakan...

Zuchruf: Bisa jadi. ;)

benz mengatakan...

Sianturi: Wah nggak tahu juga tuh. Nanti aja kamu baca. :D

benz mengatakan...

Puja: Sayangnya nggak ada PO, Puja. Jadi silakan langsung berburu ke toko tanggal 14 April ya. :)

callia perempuan mengatakan...

Tersihir dengan kata-katamu...seperti sebelum aku memutuskan untuk membeli "Cinta. baca cinta dengan titik"-mu..sekarangpun begitu aku menunggu 14 April 2014, ga sabaran lagi menikmati tiap susunan "luka" yang kamu sajikan.. :)

benz mengatakan...

Callia: Terima kasih banyak, Callia. Selamat menunggu kiriman luka. :)

Tiara Putri Sofiawati mengatakan...

dipercepat awal april aja terbitnya gakbisa? hehehehe gasabar :D

Anonim mengatakan...

Wah, pas UN. Aku harap bukunya bagus ya Kak. Kayak Cinta. yang sukses bikin aku kebawa suasana :))

kharis alimoerdhoni arief mengatakan...

saye suke sekali dengan COVER BOOK "Surat untuk Ruth". Akan segera ku bungkus dan di santap, bila tersedia di toko buku terdekat. 14-04-2014. Sukses Beben

benz mengatakan...

Tiara: Sayangnya tidak bisa. Selamat menunggu ya, terima kasih. : )

benz mengatakan...

Anonim: Aamiin, semoga ya. :D

benz mengatakan...

Kharis: Makasih, Ris! :D

Hisanah Salsabila mengatakan...

Gak sabar nunggu 14 april:'D Kira2 bisa bikin nangis ga nih mas Bara?

syafmarini mengatakan...

sepertinya ini bener2 akan mewakili cerita yang aku alami sekarang :')

benz mengatakan...

Hisanah: Wah, nggak tahu juga ya. Siap-siapin tisu aja. :p

benz mengatakan...

syafmarini: hmm... iyakah? :D

fatma mengatakan...

Siap menikmati luka yg dibungkus sama novel barunya bang:)

benz mengatakan...

: )

yaya sihombing mengatakan...

ga sabar buat bacaaaaa :))
tak pernah habis cerita kalau tentang cinta dan luka :)

yaya sihombing mengatakan...

bang bara mau dong Ttd nya :(

benz mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
pengen buku mengatakan...

yang jelas ikutan jual, setelah dapet harganya langsung pajang :D
jadi untuk luar kota/daerah atau yang tanggal 14-04-2014 gk sempet, bisa pesen di pengenbuku y :)

Tiara Putri Sofiawati mengatakan...

i'll wait, tapi harus dapet ttd jugayaa didepannya masbarrrr hehehe 2 buku yg cinta dan kata hati tanpa ttd dan yang ini harusyaaaaa *lohh

nana lutfiana mengatakan...

Setelah ada cinta pasti akan ada perpisahan dan kehilangan. Cukup unik juga lanjutan bukunya. Sukses membuat yg cinta menjadi terbawa suasana kehilangan dan perpisahan ya mas :)

benz mengatakan...

Nana: Setelah ada perpisahan, apa lagi ya? Hmm. :p

benz mengatakan...

pengen buku: promosinya digenjot habis-habisan ya! :p

benz mengatakan...

tiara: oke! hahaha.

Idda Iddul mengatakan...

Ada PO ngga ka Bar ??

pengen buku mengatakan...

benz: siap bang, semoga stoknya gk diumpetin sama gramedia y :D *kyq buku2 unggulan sebelum2 nya*

pengen buku mengatakan...

tiara: milana cuma gramedia yg adain po ttd, klo cinta. kita adain po ttd, gk ikutan y? :) yg ini, gk bakalan ada ttd dech, klo mao ttd ke ruman bang benz aja yuk rame2 :D

Anonim mengatakan...

Satu satu nya halangan paling menyakitkan dalam cinta adalah ketika kita mencintai orang yang tidak memiliki cinta yang seperti kita miliki. Dan memiliki cinta sepihak adalah hal bodoh kata orang kebanyakan. Sudah jatuh tertimpa tangga. Bara bisa bikin cerita kaya gitu gaaaaaaakkkkk? Kenapa orang yang jatuh cinta sendirian itu ngenes banget. Dan kenapa orang lain selalu ribut men judge orang yang udah ngenes pake kata kata kejam. Apa jatuh cinta dari jauh tanpa mengharap apa apa selain keajaiban itu bodoh? Tsurhat :D

Tiara Putri Sofiawati mengatakan...

boleh boleh bangetdooooooong hehehehehehe cussssss kerumah bang bensssss :p gakmau po ttd maunya ttd langsung depan muka ah hehehehe

Nadya Mairani mengatakan...

Ceritanya kurang lebih terjadi bgt di hidupku,, Ironis kamu berkata "aku sayang kamu" tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.

latar belakang Pulau Bali, legian, kuta, kopi kultur, senja, aduuuh hahaha passs

Anonim mengatakan...

Bagaimana mungkin kita jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama. Aku dan kamu tak bisa memaksa agar kebahagian berlangsung selama yang kita inginkan.. Meski tidak lama, hanya sebentar seperti senja yang biasa kamu lukis atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu..
Ini kata-kata gw banget :( :(

takumadee mengatakan...

ketidaksengajaan yang pas! menemukan buku ini. membaca novel ini (habis dalam semalam), membuatku sadar, bahwa ada Are dan bli Nugraha yang memiliki kisah yang sama.