2 Juni 2014

[ manuskrip ] sarif & nur





Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single.

Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis.

Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat melakukan beberapa survey kecil baik offline maupun online, untuk mengetahui konflik apa saja yang dialami oleh orang yang sedang in a relationship atau berpacaran. Meskipun saya sendiri juga mengalami, tapi saya tetap butuh pandangan dan pendapat dari orang lain. Lebih banyak lebih baik. Saya mengumpulkan hasil survey dan memilih kira-kira konflik apa yang paling kuat untuk dituliskan dalam sebuah cerita.

Hasilnya adalah: keraguan.

Ya, keraguan. Saya memilih keyword itu sebagai konflik yang paling menarik dan kuat untuk diangkat ke novel yang akan saya tulis. Menurut saya, ketika dua orang saling jatuh cinta dan memulai sebuah hubungan, maka mereka akan dilanda keraguan. Lebih-lebih jika hubungannya baru seumur jagung, keraguan akan mengguncang hati masing-masing, dan jika tidak ditangani dengan baik keraguan (baik satu pihak maupun keduanya) dapat menghancurkan hubungan tersebut.

Berikutnya adalah menentukan latar tempat atau setting. Saya memilih Pontianak, kota kelahiran saya sendiri. Di buku-buku sebelumnya, saya sudah mengangkat setting Yogyakarta (sering sekali) dan Bali. Saya pernah menulis menggunakan setting Pontianak namun sebatas cerita-cerita pendek. Saya ingin menulis novel yang berlatarkan Pontianak. Dan saya kira ini adalah kesempatan baik.

Selain cinta, konflik lain yang saya masukkan adalah tentang keluarga dan impian. Ada banyak intrik anak-ayah dan anak-ibu di naskah baru ini. Ada pula masalah-masalah endemik Pontianak yang saya sisipkan semata untuk memberikan informasi lebih kepada para pembaca.

Saya mulai menulis bab pertama bulan Januari 2014. Diselingi pekerjaan ini dan itu (tahun ini saya memiliki status karyawan), naskah ini baru bisa saya rampungkan 31 Mei 2014. Karena belum menemukan judul yang tepat, maka saya mencomot nama tokoh-tokoh utama sebagai judul sementara. Sarif & Nur, saya menamakan naskah novel baru ini. Panjangnya 36.000 kata. Biasanya, setelah melewati proses penyuntingan jumlahnya akan bertambah. Saat ini, Sarif & Nur masih saya endapkan. Seminggu atau dua minggu kemudian baru saya akan mulai melakukan self-editing, dan setelah itu mengirimkannya ke editor.

Sarif & Nur dijadwalkan terbit bulan Agustus 2014. Jika tidak ada aral melintang dan proses penyuntingan berjalan lancar, maka bakal novel ini akan terbit tepat pada waktu yang telah direncanakan. Semoga saja. J


Bara

51 komentar:

FatimahAqila mengatakan...

Ka Baraaaaa udah mau nerbitin novel baru lagi? *siap-siap nabung*

semoga terbit pada waktunya ya kak Bara :)

adin dilla mengatakan...

Hebat ya sudah mau nerbitin lagi novel. keren euy, jadi ngiri.Haha, harus belajar dulu

Yudik Wergiyanto mengatakan...

Wah, udah mau nerbitin novel lagi bang? Padahal baru kemarin selesai baca Surat Untuk Ruth.

benz mengatakan...

Fatimah: Terima kasih doanya. Amin. :)

Imam Abil Fida mengatakan...

Gila. Produktif banget. Perasaan baru kemarin nerbitin novel Surat Untuk Ruth, sekarang sudah mau nerbitin aja. Salut. Gila yang positif. Semoga bisa tersalurkan ke saya "Gila yang positif"nya. :D

Dinar mengatakan...

Aku malah mikir, bangga banget tukang jilid naskahnya ya.. *didatengin penulis hebat wkwk
Semoga sukses, Bang!

benz mengatakan...

Dinar: Hahaha!

unyil cweimuet mengatakan...

Tulisannya ka bara bikin aku speechless
Keren bgt ka emz bikin melele
Terus berkarya ka bara ^^

Anonim mengatakan...

Bara udh mau nerbitin novel lg? Setelah saya baca review km ttg 'seperti dendam rindu hrus dbayar tuntas' saya tidak heran km mampu membendung rasa untuk menulis terus menerus.. semoga novel kali ini menyenangkan utk dibaca :) saran saya kalau traveling lebih ke traveling budaya, jadi lebih banyak explore setting tempat dgn takaran yg pas, it'll be awesome if you know the hidden culture beside the paradise picture in your mind :)

isnadiahds mengatakan...

telat banget baru baca postingan bang bara yg ini :( betewe, seneng deh lagi-lagi bang bara bikin setting tempatnya di pontianak, kalbar. ikut bangga ada penulis Kalbar yang seproduktif bang bara :)

benz mengatakan...

Saya tidak menulis travel writing, Anonim. :D Terima kasih doanya, semoga novel ini menghibur dan memberi manfaat nantinya. :)

benz mengatakan...

Terima kasih ya, saya ingin menulis lebih banyak dan dalam tentang Pontianak, tapi tentu saja butuh riset yang panjang.

N. Firmansyah mengatakan...

Saya sudah terbiasa dengan tulisan-tulisan Bara, kesimpulan saya: Bara adalah penulis yang mempermainkan emosi pembaca.

Yang saya ingin untuk novel Bara selanjutnya adalah sebuah tulisan yang bisa digunakan bagi penulis pemula yang ingin jadi novelis aktif seberti Bara bisa belajar banyak hanya dengan membaca. Tidak sekadar "mempermainkan" emosi pembacanya. Itu saja.

Thanks. @pirmansjah

dhita permata mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
ratna aghnia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

Halo, Mas Bara. :))
Baiklah. Apa ya yang saya inginkan untuk ada di novel ini?
Tolong berikan cerita ini suatu totem.

Mungkin kalung. Mungkin perahu. Mungkin sumpit. Mungkin ayunan. Mungkin kotak kayu.
Terserah. :))

@poetik__

Lavina Dara mengatakan...

#kuisruth Bang Bara, aku punya penyakit langka dan belum ditemukan pengobatannya, rasanya pengen banget baca karya bang bara tentang kehidupan orang" seperti aku atau kisah yg bisa jadi motivasi agar kami lebih kuat dan tetap mempunyai harapan, bagiku tulisan bukan hanya sekedar kata melainkan bisa merubah pola pikir seseorang
@SchatzRa

Anonim mengatakan...

Halo, Mas Bara. :))
Baiklah. Apa ya yang saya inginkan untuk ada di novel ini?
Tolong berikan cerita ini suatu totem.

Mungkin kalung. Mungkin perahu. Mungkin sumpit. Mungkin ayunan. Mungkin kotak kayu.
Terserah. :))

@poetik__

dhita permata mengatakan...

waaah bang bara emang keren banget. aku salah satu fans setia pembaca tulisan mu bang. bulan agustus bentar lagi berakhir dan sebentar lagi novel baru bang bara bakal terbit. Yang aku pengen sih di novel itu menceritakan dari awal2 hubungan yang bahagia terus ditengah2 ada masalah2 yang mungkin sedikit berat, terus ending nya ga bisa ditebak sama si pembaca tapi ternyata ending nya bakal bahagia dan romatis banget bang.
amiin. sukses selalu bang ^^9 @DhitapermataWU

ratna aghnia mengatakan...

Ka baraaa, aku sih kepikirannya jadi saat hubungan relationshipnya, salah satu dari mereka itu (mis:A)punya masalah yang gabisa dikasih tau sama satu yang lain gitu (mis: B), yaitu dia harus pergi dari dunia ini. Terus perjalanan kisah mereka awalnya benar2 mulus banget, pas rada tengah si A mencoba membuat rencana untuk menjauhi si B dengan cara mendekati sahabat si B agar si B bisa menjauhi si A secara perlahan dan si A menuntaskan permasalahan dia. tetapi setelah si B tahu apa yanng si A lakukan, dia mencoba memotivasi si A agar tetap di dunia ini. Si A berjuang mati2an gitu. Terus banyak pelajaran yang didapatkan dari perjuangan si A ini. by: @ratnaaghnian

Anonim mengatakan...

Saya sudah baca novel novel kamu yang romantis, Bang. Saya juga sudah baca banyak cerpenmu di blog ini yang agak-agak surealis dan tetap romantis. Jadi saya rasa, unsur romantis ini jangan hilang dari kamu, Bang. Saya pengen kamu mengembangkannya dengan cerita yang budaya dan tradisinya lekat. Saya mau lihat novel selanjutnya tentang cinta dalam konsep local wisdom, Bang. Semacam cinta antara traveler luar negeri yang suka sama perempuan Aceh gitu. Whaha. Sekian

- @heruka131

ratna aghnia mengatakan...

Ka baraaa, aku sih kepikirannya jadi saat hubungan relationshipnya, salah satu dari mereka itu (mis:A)punya masalah yang gabisa dikasih tau sama satu yang lain gitu (mis: B), yaitu dia harus pergi dari dunia ini. Terus perjalanan kisah mereka awalnya benar2 mulus banget, pas rada tengah si A mencoba membuat rencana untuk menjauhi si B agar si B bisa menjauhi si A secara perlahan dan si A menuntaskan permasalahan dia. tetapi setelah si A tahu apa yg si B alami, si A mencoba memotivasi si B hingga akhirnya si B punya semangat lagi. terus banyak pelajaran yang bisa didapatkan dari perjuangan si B ini. by: @ratnaaghnian

Anonim mengatakan...

Bara... Gak tau kenapa aku suka koleksi kariamu, menurutku menarik, apalagi novel yang bkalan diterbitin ini sarif dan nur, pas banget sama nama saya dan mantan sya, tetapi saya pingin kedepannya bara nulis novel gak hanya tentang relationship aja, tapu bahas dong, sesorang yang sedang mencari kekasih hati mungkin jadi gak monoton tentang konflik percintaan saja 😀😁😆 @ayak_nur

Anonim mengatakan...

Coba lbh bermain dgn banyak sudut pandang kk bara saya yakin jika novel kk bara di kemas dalam satu crita berjuta sudut pandang plus permainan kata2 memikatny kk pasti bakal keren abis :-D mksh kk #@Bella_anggra

imam abil fida mengatakan...

Yang saya inginkan di novel berikutnya adalah cerita yang anak sekolahan banget. Jadi, di novelnya nyeritain gimana jatuh cinta di sekolah, gimana stress karena banyak tugas, gimana aktif di eskul dan pokoknya yang anak sekolahan banget. Dimana nanti pembaca dibuat kadang senyum2 sendiri inget kelakuan dulu di sekolah, terharu, sedih dll.

@imamabilfida

ayu permatta mengatakan...

Hello bang benz
Coba bikin konflik seperti yang sering di alami hampir semua para pasangan
Seperti LDR atau masalah RESTU ORANG TUA
Sampai pada akhirnya perpisahan
Di tinggal nikah gitu mungkin
Itu deh masukan gue bang
Thanks

@ayuupermatta

ibnuhabibi mengatakan...

Saya tantang masBara untuk lebih banyak bermain di fakta-fakta sains tapi tidak terkesan seperti sedang mengajari apa pun. Terkesan natural tanpa memaksa pembaca untuk ikut sepaham dengan masBara. Berani? Twitter: @ibnuhabibi.

Ismie Nurbarina mengatakan...

Kak, jadi untuk ending ceritanya di lanjutin sama penulis lain gitu? atau setiap penulis dpt tema sendiri2. Ceritanya gak berkesinambungan gitu?

Aku sih maunya di novel Syarif dan Nur kak Bara memberikan happy ending.

Hehe. Maafkan kebegoan saya, kak.

twitter: @iszzme

Nungky Dwi Astuti mengatakan...

Yang saya inginkan dalam novel mas bara selanjutnya yaitu mengangkat sebuah tema fantasi tapi tetap ada kisah cinta yang menjadi konflik utamanya.Tentunya dengan gaya bahasa khas dari mas bara yang puitis ditambah lagi dengan puisi2 yg melengkapi cerita tab pasti akan sangat menarik untuk dibaca.Terima kasih

@Nung_khiee

sodikkidos mengatakan...

Bar, kepengen baca ada satu alur cerita di novel terbaru Bara tentang pergumulan hati mereka yang mencoba untuk mengambil keputusan sulit antara move on dan bertemu masa depan yang belum tentu asik atau bertahan dengan kenangan yang sekenanya dan mungkin sulit terulang. terus pake diksi yang mungkin bisa bikin pembaca 'agak mikir' tapi ada di keseharian orang-orang..

Ditunggu novel selanjutnya ya, Bar.. @sodikkidos

Maulana Muhammad mengatakan...

Saya ingin novelnya banyak kata-kata berat, biar bisa berpikir lama dan baca ngabisin baca novelnya lama hehe serta membuat kopi dingin karena terlalu menikmati kata demi kata.. Saya juga ingin pas membaca novel baru membuat saya (pembaca)yg asalnya tidak tahu menjadi tahu.. Semoga novel berikutnya kembali menjadi inspirasi bagi semua orang..
@Gagalkribo

Gie mengatakan...

Malam kak Bara:-)
Kalo menurut ku menulis yang agak berbeda kak. Tentang percintaan dan adventure. Pria yang menyukai sekali menjelajah alam dan perempuan yang merasa dinomor duakan karena pria nya lebih sering berpetualang. Tetapi akhirnya perempuan itupun menyukai adventure dan sering menjelajah bersama pria nya. Sewaktu waktu sang pria berhasil mengibarkan sang saka merah putih dipuncak mahameru, tetapi ia meninggal karena hipotermia. Dan klimaks nya perempuan itu kembali tidak menyukai adventure dan mengutuk perjalanan nya selama ini karena ia menganggap adventure itulah yang telah membunuh kekasih yang ia cintai. Sekian

@anggieTRhyu

Zulfiana Rahayu mengatakan...

Malam Bang Bara.
Pengen deh di novel Bang Bara berikutnya pemeran utamanya adalah sosok badboy yang sebenernya care banget ke semua orang dan seneng ngebantu orang lain, ceritanya tentang "kesabaran mencintai secara diam-diam" atau "kematian", terus endingnya dibikin nggak ketebak gitu.
@zulfianarahayu

Nungky Dwi Astuti mengatakan...

Yang saya inginkan dalam novel mas bara selanjutnya yaitu mengangkat sebuah tema fantasi tapi tetap ada kisah cinta yang menjadi konflik utamanya.Tentunya dengan gaya bahasa khas dari mas bara yang puitis ditambah lagi dengan puisi2 yg melengkapi cerita tsb pasti akan sangat menarik untuk dibaca.Terima kasih

@Nung_khiee

Anonim mengatakan...

Apa yang saya inginkan di novel trbaru, bara? okeh. saya ingin menemukan SISIPAN-SISIPAN HUMOR di dalam novel terbaru, abang. jadi ada saat2 pembaca tertawa sebentar ketika membaca novel terbaru abang. (simpelnya saat2 lg serius pembaca diberi kesempatan utk bernapas dalam menyelami novel trbaru abang, yg sepertinya bertema cinta yg serius? ) abang pernah bilang bahwa menulis tentang humor tak ada dalam daftar bakatmu. jadi ini bisa menjadi sebuah tantangan buat abang. jadi apakah bang bara siap? @khfi_mhmmad

Anonim mengatakan...

yg aku inginkan di novel bang bara selanjutnya. pemeran utama laki2 punya IQ yang terlampau tinggi di kalangannya, lalu ia bertemu dg gadis impiannya. rencana2 masa depan yg begitu sederhana hancur begitu saja akibat kegilaan negatif, impact dari IQ yg terlampau tinggi tsb, disebabkan karena ada faktor yg membuat pemeran utama bertindak demikian (entah itu pemboman, percobaan sains yg kompleks, dsb, gimana daya imajinasi bang bara supaya pembaca tertarik, terperangah dan out of the box). Juga kental dengan adat istiadat di kalbar sana, supaya ada ilmu pengetahuan baru, juga sisi romansanya yg melekat di bang Bara yg dibuang ya, Bang! Sukses selalu.

@evelinefzh

Anonim mengatakan...

Hai kak Baraa, aku suka banget karya2 mu kak, aku pengen di novel selanjutnya konflik dalam ceritanya tentang perang batin seorang perempuan yg mulai ragu sama relationship yg udah lama banget dia jalanin, karna menurutku konflik cinta makin berumur makin berat antara batin sama yg dijalanin kadang gak sesuai. Aku pengen tau kak Bara bisa gak nulis tentang ini :D sukses terus kak Bara.

@bellacasta

Dewi Sri mengatakan...

saya sudah baca beberapa bukunya bara dan baca cerpen2nya juga yang di posting di blog. Entah kenapa saya lebih suka cerpennya dari pada novel2mu bar hehee.

Untuk buku (novel) berikutnya saya menginginkan bara mengangkat unsur budaya lokal (Indonesia) yang kental suatu daerah tertentu dalam kisah novel tersebut, temanya tetap "CINTA" saja (boleh disisipkan impian dan keluarga, karena menurutku bara kayanya ga bisa keluar dari cerita romance. Cocoknya emang berada pada jalur romance. Di tunggu karya2 berikutnya ya baraa :)).
Twitter : @dewipadii

Anonim mengatakan...

Kamu produktif. Salut. Mungkin itu kata yang cukup untuk dirimu saat ini. Tapi juga jangan cepat merasa puas. Setiap karya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi kita bisa siasati dengan kedekatan kita dengan pembaca (penggemar) yaitu dengan bersifat ramah dan tidak sombong. Terutama untuk membagi ilmu menulis atau apapun yang ingin ditanyakan oleh pembaca. Bukankah ilmu yang dibagikan kepada orang lain malah akan menambah pengetahuan kita? Oke. Yang saya inginkan di novel kamu berikutnya adalah; Jadilah roh dalam bukumu sendiri.Tetap menadi diri sendiri dan terus menginspirasi pemuda Indonesia yang lain. Hanya itu, Benz.
@sajakmaniss

Deasy Dirgantari mengatakan...

Novel berikutnya yang aku pengin banget baca dari Bang Bara mungkin tentang editor kali ya. Jadi si tokoh cewek pekerjaannya editor gitu, namun cerita tetap romance. Soalnya, well, menurutku Bang Bara ahlinya romance. Selain itu, mengingat Bang Bara sekarang juga sebagai editor kan? Jadi kan mudah telisik-menelisiknya atau bisa sekalian curhat juga, hehe. Aku pengin banget soalnya baca novel-novel tentang editor, karena tertarik dengan pekerjaan itu.

Terus, ini opsi kedua (keingin kedua sebenernya), aku pengin Bang Bara bikin cerita dengan si tokoh yang suka musik rock, bisa ceweknya atau cowoknya, sih. Cuma penginnya cewek, tapi gak tomboy atau gak identik gothic menyeramkan gitu.

Jadi kalau digabung, mungkin menghadirikan tokoh editor sekaligus pecinta musik rock will be epic! Plus jangan lupa romance-romance-nya.

Udah gitu aja. Sukses terus, Bang Bara!

(@deasyds)

kendana tamiz mengatakan...

yang saya inginkan ada di novel ini adalah harapan,
karena selalu ada harapan disetiap keraguan.
#kuisruth
@kendanatamiz

Muyassaroh Zuchri mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

Setelah membaca novel-novelnya bang Benz yang udah-udah aku udah ngerti banget kalo bang Benz itu orangnya romantis banget dan kayaknya susah banget kalo harus nampilin tema-tema konflik kayak gini. Tapi itu justru menantang bagaimana dua orang yang saling jatuh cinta lalu pisah karena ego masing-masing. Yang pada intinya cuma karena memang ga baik untuk bersama. Aku pengen akhirnya ga happy ending. Dan sama-sama move on untuk hidup yang lebih baik. Cinta dengan versi yang melepaskan, mengikhlaskan, mendoakan, dan menerima takdir Tuhan. Worth it. Dewasa, pembelajaran, dan tetap romance.

#kuisruth @JihanJi

Nirmala kitaru mengatakan...

Aaaaakkkkkk,, gak sabar dgn novel terbarunya bg bernard. Selalu tertantang buat baca novel" abg. suka sekaliiii.
Kalo bisa di novel terbaru abg, buat cerita tentang LDR tapi LDR dalam arti beda agama :D
Pasti endingnya seru tuh, tak terduga dan mengesankan.

@Nirmalaa__

Muyassaroh Zuchri mengatakan...

Saya pengen cerita Bang Bara berisi tokoh yang mengalami kelainan mental seperti posesif, obesesif-kompulsif, atau split personality. Tapi jangan Bipolar ya..itu terlalu eksis. Kelainan mental seperti memiliki beberapa kepribadian bukan ganda tapi lebih dari itu. Ada kisah nyata tentang ini. saya suka baca karyanya Bang Bara apalagi kumcer Milana. Selalu terbawa cerita..Sukses ya Bang Bara..*Bara Bara Bara..Bere..Bere..*eh :D

@muyassaroh04

ЯR ♒ Iszki Amaliaa mengatakan...

Aku sih gini bang, dua orang yang udah jadian dan saling sayang. Tapi disisi lain, si cewek pernah punya perasaan yang belum tuntas sama sahabatnya dulu. Sampe akhirnya, tiba tiba dia selalu mimpi tentang pertemuan pertemuannya sama sahabatnya itu, mimpi yang kuat tiap malem terus menerus. Nangis tepat ketika bangun dari mimpi dan keraguan pun muncul untuk mencintai kekasih yg bersama dia sekarang.

@sajak_sekejap

Mega Puji mengatakan...

saya doakan "sarif dan nur" bisa lahir dengan selamat dan tepat pada waktunya..

saya ngga minta banyak, saya hanya ingin merasakan "kecintaanmu pada dunia kata" dalam setiap tulisan yang nanti "tercetak"..

@mega_puji

Yudik Wergiyanto mengatakan...

Semenjak baca Milana, saya jadi antusias baca karya-karyanya Bang Bara. Setiap kali ada buku barunya, saya tak pernah ketinggalan untuk PO (cinta dengan titik dan surat untuk ruth). Seperti Milana, kedua novel tersebut tidak mengecewakan. Dan ketika tahu akan menerbitkan lagi, saya jadi antusias kembali. Apalagi setelah baca postingan di atas. Semoga bukunya kali ini tidak akan mengecewakan, melainkan lebih baik.

stnurhalimah mengatakan...

selamat pagi bang Bara.
gimana kalo ceritanya ada seorang lakilaki dan perempuan yg dipertemukan karna mimpi mimpi mereka yg menuntun untuk bertemu. tetapi mereka bertemu tidak untuk bersama, si perempuan ternyata mengidap sakit serius dan pada akhirnya meninggalkan lakilaki yg baru mewarnai hidupnya.

Bestari mengatakan...

Baru mau nanya kapan novelnya terbit ternyata di posting twitternya bang Bara udah ada info novel baru. Good luck, Bang! Semoga lancar semuanya. Ditunggu di Surabaya lagi (:

Benz Bara mengatakan...

Bestari: Terima kasih!