Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

review-review surat untuk ruth

Gambar
*  * * Review "Surat untuk Ruth": Review oleh Hany Nurulhadi: " Surat untuk Ruth, Bernard Batubara " /  Anggrek Lestari: " Periodisasi Luka yang Pura-pura Terlupa " /  Friska Yulianti: " Seuntai Kata untuk yang Terkasih " /  Herlambang Adhytia: " Surat untuk Ruth " / Indah Ayu Sartika: " Review Surat untuk Ruth " /  Viera Ajeng: " Review Surat untuk Ruth " /  Ayu Setioardi: " Review Surat untuk Ruth "  / Neni Safitri: " Review Surat untuk Ruth " / Ve Handojo: " Surat untuk Ruth - Bernard Batubara " /  Amanda Sheila: " Review Anak Muda: Surat untuk Ruth by Bernard Batubara " /  Atria Sartika: " Surat untuk Ruth " /  Cahaya Ramadhani: " Review: Surat untuk Ruth " /  Ni Putu Candra Dewi: " Surat untuk Ruth, Memoar Singkat dan Dekat " /  Margareta Mentari: " Surat untuk Ruth by Bernard Batubara " /  Sofi Meloni: " Review Sur

Penulis Muda Berbakat Ini Datang Dari Kota yang Bahkan Tidak Punya Toko Buku - Wawancara dengan Hipwee.com

Gambar
Jarang saya bertemu dengan media yang memberikan pertanyaan-pertanyaan menarik. Seringnya pertanyaan yang saya terima selalu itu dan itu saja. Bukan kenapa-kenapa, saya juga manusia dan punya rasa bosan. Pertanyaan-pertanyaan berulang membuat saya bosan. Hipwee.com mengajak saya bertemu dan untunglah, mereka bertanya kepada saya hal-hal yang belum pernah ditanyakan oleh orang lain. Dalam artikel ini, mereka merangkum dengan baik apa yang saya ceritakan dalam wawancara tersebut. Silakan baca: " Bernard Batubara: Mengikuti Passion Bukan Berarti Kamu Nggak Bisa Sukses!"

Negeri Angin

Gambar
                            Ilustrasi oleh Ida Bagus Gede Wiraga Negeri Angin Cerpen Bernard Batubara Alkisah, di Negeri Angin, segalanya dikuasai oleh angin. Mulai dari masalah dapur dan rumahtangga hingga intrik-intrik di gedung dewan rakyat, semua dipengaruhi oleh angin. Mulai perkara anak sekolahan hingga masalah sengketa tanah dan warisan, semua bergantung pada angin. Begitu berkuasanya angin sampai-sampai semua warga penghuni Negeri Angin melayangkan doanya kepada angin. Di Negeri Angin, tak ada yang namanya polisi. Setidaknya, semakin hari polisi semakin berkurang perannya dan lama-kelamaan tak ada lagi pemuda dan pemudi berminat untuk menjadi polisi. Sebabnya tak lain adalah setiap perkara kriminal yang dibawa ke kantor polisi, segera saja terbawa pergi oleh angin. Begitu pula perihal yang paling marak dan disoroti di Negeri Angin, yakni perihal korupsi. Para aktivis anti korupsi semakin lama semakin surut semangatnya menyelidiki kasus-kasus korupsi seba

Membaca Puisi di FKY 26

Gambar
Beberapa hari yang lalu, saya diberi kesempatan berharga untuk tampil membacakan beberapa puisi di acara "Puisi-Puisi di Jantung Tamansari" dalam rangka pergelaran Festival Kesenian Yogya (FKY) ke-26. Pada kesempatan tersebut, saya membacakan lima puisi baru yang saya tulis tahun ini. Puisi-puisi tersebut dapat dibaca di sini: BisikanBisikan