17 November 2014

film: surat untuk ruth





Adalah editor saya untuk buku Surat untuk Ruth, Siska Yuanita, yang memperkenalkan saya dengan Ve Handojo, orang yang kemudian menyampaikan kepada saya bahwa kantor tempat ia bekerja berminat untuk mengadaptasi novel saya ke layar lebar.

Saya tahu nama Ve Handojo lewat Twitter, belum pernah bertemu langsung. Setelah mencari-cari, saya baru tahu bahwa ia adalah salah satu penulis skenario dalam film omnibus Rectoverso Dee Lestari, dan saya menyukai film itu. Saya pun berkomunikasi via surel dengan Mbak Siska dan Mas Ve. Kami berkenalan dan bersepakat untuk bertemu di Jogja, membicarakan lebih jauh tentang rencana tersebut.

Lewat pertemuan itu, saya mengetahui dua hal: Pertama, kantor tempat Mas Ve bekerja adalah Screenplay Productions. Kedua, Mas Ve memiliki visi yang menarik terhadap film Surat untuk Ruth.

Pertemuan pertama kami di Jogja lebih banyak membahas ide-ide kreatif dan visi dari masing-masing pihak, bagaimana Mas Ve mewakili production house memandang film Surat untuk Ruth, dan bagaimana saya memandangnya dari kacamata penulis. Ternyata, Mas Ve memiliki pandangan yang bagi saya cukup menarik. Saya menyukai bagaimana ia menginginkan wujud film ini nantinya, dan pandangannya kurang lebih mirip dengan keinginan saya. Hal itulah yang membuat saya-setelah tiga kali pertemuan (yang kedua saya main langsung ke kantor Mas Ve, yang terakhir kami bertemu lagi di Jogja)-akhirnya setuju untuk menjual hak adaptasi film Surat untuk Ruth ke Screenplay Productions.


Pertanyaan-Pertanyaan

Pertanyaan satu: Apa peran saya dalam proses pembuatan film Surat untuk Ruth? Saya tidak menulis skenario, tidak pula menjadi aktor dalam filmnya. Saya akan menulis sinopsis hingga treatment (semacam kerangka atau outline pada novel), untuk kemudian diteruskan menjadi skenario utuh oleh Mas Ve. Ini sekaligus menjawab siapa penulis skenario film Surat untuk Ruth.

Pertanyaan dua: Siapa sutradara film Surat untuk Ruth dan siapa saja aktor dan aktris yang akan terlibat? Saya belum tahu. Tahap menentukan sutradara dan cast sepertinya baru bisa dilakukan setelah skenario selesai. Meski demikian, saya akan sangat senang kalau teman-teman pembaca punya usul atau bayangan, kira-kira siapa aktor dan aktris yang cocok memerankan tokoh-tokoh di Surat untuk Ruth (silakan sampaikan lewat kolom komentar di bawah tulisan ini). :D

Pertanyaan tiga: Kapan film Surat untuk Ruth tayang? Saya belum tahu. Saat ini kami baru akan mulai tahap pertama, yakni menulis sinopsis cerita. Jika semua berjalan lancar, mungkin Surat untuk Ruth akan tayang akhir tahun 2015, atau tahun 2016. Ya, ya, saya juga berharap filmnya segera jadi. He, he, he.

Pertanyaan empat: Apakah judul filmnya tetap sama dengan novel? Alhamdulillah, Mas Ve sudah bilang bahwa salah satu bagian dari novel Surat untuk Ruth yang akan dipertahankan di filmnya adalah judul. Bahkan, judul itulah yang pada awalnya menarik minatnya untuk mengadaptasi novel tersebut ke layar lebar. Lalu, bagaimana dengan bagian-bagian lainnya, apakah ada yang diubah? Mari kita bersepakat bahwa tidak mungkin memindahkan seratus persen isi novel ke film (jika pun bisa, apa gunanya?). Membuat karya baru artinya memberikan sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih. Jika ada hal-hal yang bisa diubah, maka perubahan itu akan dilakukan. Tentu saja bagian-bagian penting, adegan-adegan kunci di dalam novel, akan tetap dipertahankan. Yang jelas, perubahan atau segala hal yang dilakukan terhadap versi film dari Surat untuk Ruth nanti dilakukan hanya untuk satu tujuan: memuaskan para penonton, juga pembacanya.


Saya berharap teman-teman berkenan untuk berdoa bersama saya, agar proses adaptasi Surat untuk Ruth berjalan lancar. Kita semua ingin segera menonton filmnya, namun kita juga tidak ingin filmnya menjadi abal-abal. Maka dari itu, kami tidak akan melakukan proses ini secara terburu-buru, melainkan berhati-hati dan dengan keseriusan yang baik.

Saya akan terus mengabarkan lewat blog ini jika ada berita terbaru mengenai proses pengadaptasian Surat untuk Ruth. Jika teman-teman ingin mengetahui kabar yang lebih cepat, teman-teman bisa follow Twitter resmi film Surat untuk Ruth di: @SuratuntukRuth dan Instagram di: @suratuntukruth.

Saran, masukan, usul apapun mengenai film Surat untuk Ruth, silakan sampaikan ke saya lewat Twitter (@benzbara_) ataupun di kolom komentar post ini. Dengan senang hati akan saya kumpulkan dan sampaikan ke PH. Jadi, jangan ragu. :D


Terima kasih!




Bara

37 komentar:

Rama Aditya Putra mengatakan...

Alisia Rininta atau Michelle Ziudith juga oke, Bar. :)

Tiara Putri Sofiawati mengatakan...

SUKSES YA BANG BARRRRRR. HOPE THIS FILM WILL SUCCESSSSSSSSS :))))

benz mengatakan...

Rama: Terima kasih usulannya, akan saya catat. :D

benz mengatakan...

Tiara: AAMIIIIN, TERIMA KASIIH!

falenpratama mengatakan...

Semoga proses pembuatannya lancar ka Bara. Saranku, peran Milana dimainkan oleh Dinda Hauw, dan Are dimainkan oleh Dimas Anggara atau Ben Joshua. ;)

anjar chinkoep mengatakan...

bang kalau boleh usul Milana di perankan chelsea islan , are nya fedi nuril

Linda Zunialvi mengatakan...

Wah, congrats buat filmnya, bang! ^^

Rochma Tunisa mengatakan...

siapapun pemerannya nanti, plis jangan ubah ceritanya. apalagi pas Ruth sama Are lagi di bali yang lagi di tebing. my favorite!!

Wanda Lestari mengatakan...

pas baca Surat Untuk Ruth yang kebayang seorang Ruth adalah Joanna Alexandra...mungkin kalo yang jadi Are bisa dicoba David John Schaap...surfer yang tinggal di Bali, tapi nggak tau sih aktingnya gimana...hehehe :D

Rahardian Shandy mengatakan...

kalo saran gue sih untuk pemeran ruthnya Syahrini aja, hahaha, becanda. (Ruth gak seheboh itu)
Untuk Ruth: Atiqah Hasiholan. Paslah untuk ruth yang gak terlalu berlebihan dalam tersenyum... IMHO.
Untuk Are: Fedi Nuril. Gak tau sih kenapa. Tapi menurut gue dia pas untuk memerankan Are...

benz mengatakan...

Falen, Anjar, Wanda, Rahardian: Terima kasih untuk usulannya, sudah saya catat. :D

benz mengatakan...

Linda: Terima kasih.

benz mengatakan...

Rochma: Terima kasih sudah mengingatkan. Yap, tentu saja kami akan bersetia dengan alur inti cerita dan berusaha mempertahankan adegan-adegan penting dan yang kira-kira paling dekat dan melekat dengan pembaca novelnya, seperti contohnya yang baru saja kamu sebutkan.

Kalau teman-teman yang lain merasa ada adegan tertentu di novel Surat untuk Ruth yang jadi favorit, kasih tahu ya. Saya akan catat dan diskusikan dengan penulis skenarionya, supaya nggak dihilangkan. :D

Fitri Fauziah mengatakan...

Kak, novel Surat untuk Ruth kan novel dewasa, alangkah baiknya kl pemerannya juga aktris atau aktor yang udah beranjak dewasa. Bukan remaja kekinian. Saranku peran Are oleh Herjunot Ali, kl untuk Ruthnya, biar kak Bara sendiri yang pilih. Hehehe.

aisyah putri karimah mengatakan...

bara nanti pas difilm kan jangan ada yang hilang ya adegan dari bukunya :(

Rochma Tunisa mengatakan...

sama-sama mas Bara, oh ya satu lagi, daftar dari are untuk ruth kayaknya harus banget ada, saya penasaran, secara visual nantinya saya bakal liat Are bilang "sakit hati itu sakit ya, Ruth" hahhaha. sukses ya mas....

Adam Azkiya mengatakan...

Yaampun, cepet baget bang novelnya dilamar.

GHAISANI'S mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
GHAISANI'S mengatakan...

untuk Are: Dimas Anggara, Ruth-nya: Michelle Ziudith cocok, Bang! Sukses untuk film-nya ya Bang Bara! My prayers for you!<3

benz mengatakan...

Falen: Dimas Anggara udah pernah euy. Pengin yang lain. Hahaha. Ben Joshua kurang "berantakan", potongannya terlalu rapi.

Anjar: Chelsea Islan menarik juga, karakter wajah dan emosinya kayak Milana, saya sempat nonton dia di Refrain-nya Winna Efendi. Fedi Nuril? Pas! Kalau PH mau ajak dia dan dia mau, oke banget. Nanti saya usul deh ke PH. Terima kasih! :D

Linda: Terima kasih ya!

Rochma: Iya, saya juga penginnya tidak mengubah cerita novel. Tapi sepertinya tetap akan ada beberapa perubahan yang sifatnya pengembangan, supaya versi filmnya lebih bagus dan enak ditonton. Ruth & Are yang di tebing-pantai Balangan, ya? Okee, saya catat! :D

benz mengatakan...

Fitri: Herjunot Ali menarik juga. Iya betul, di Surat untuk Ruth usia tokoh-tokohnya sedikit lebih dewasa, mungkin 25-27 tahun.

Aisyah: Semoga ya. Penulis skrip dan sutradara pastinya akan melakukan beberapa penyesuaian, tujuannya untuk memperdalam konflik supaya lebih oke filmnya. :D

Adam: Alhamdulillahh.

Ghaisani: Dimas Anggara sudah pernah, yang lain aja ya. Hahahaha. Michelle Zudith itu yang main di mana, ya? Kayak familier tapi lupa-lupa inget.

Anja Okta mengatakan...

kalau yang jadi are nya rezza rahardian aja gimana kak bara?

GHAISANI'S mengatakan...

Hmmm Herjunot Ali aja kalo gitu, Bang, tapi mungkin lebih srek ke Fedi Nuril krn terlihat lbh dewasa. Michelle Ziudith itu yg main di sinetron 'Ku Pinang Kau dengan Bismillah', Bang :D

Zuchruf Fiddaroini mengatakan...

bar, herjunot ali yg jadi are yaa. yg jadi Ruth, uhm yg karakternya dewasa, sedikit sendu dan misterius. aku tau seleramu untuk karakter Ruth oke bar. sukses untuk filmnya, ditunggu!!

Dwieka Puteri mengatakan...

Kak, kalo pas syuting di Bali, aku mau jadi figurannya hehe, apalagi adegan di kopi kultur. Sukses buat kak Bara :)

Dwieka Puteri mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Mutiara Putri Pratiwi mengatakan...

original soundtracknya tetep kak Nadya Fatira aja ya mas? udah nempel nih dari radio galau ke kata hati. :)

benz mengatakan...

Anja: Nggak bosan lihat wajah dia terus? Hehehe.

Ghaisani: Fedi Nuril oke, kalau PH mau ajak dia. Saya bakal usul deh, dia dan Herjunot Ali. Terima kasih ya!

Zuchruf: Iya, agak bingung cari pemeran Ruth yang cocok. Saya nggak hapal pemain film muda Indonesia. Terima kasih!

Dwieka: Boleeh!

Mutiara: Wah, belum bicara sampai ke OST. Tapi bisa diajukan. Saya juga suka musiknya dia.

Fathnisa Tya mengatakan...

Selamat ya bang Bara! Aku dukung deh karya barunya ini dan semoga banyak didukung sama masyarakat Indonesia juga^^ coba deh kalo misalkan Dian Sastro yg jadi Ruth, mas. keren nggak sih? hihi

Anja Okta mengatakan...

nggaaak kok bara , ngga bosen :)) kayaknya cocok aja deeh kalo reza rahardian

AlanShadow mengatakan...

^_^ semoga lancar dalam pembuatannya yaaaa. Semangat mas bara. . .

Bestari mengatakan...


Ditunggu banget ini bang :))

essy seda mengatakan...

Are: Herjunot Ali, Nino Fernandez, Ali Syakieb, Fedi Nuril, Rio Dewanto, Aditya Firmansyah, Boy Hamzah, Jonas Rivanno, Ario Bayu, Fathir Muchtar? haha aku pun bingung bang ;D
kalo Milana, aku malah kepikiran Melody JKT48 haha, tapi Alisia Rininta bagus juga, Raline Shah, Joanna Alexandra, Shandy Aulia, atau Raihaanun...
maaf ye kalo bikin tambah bingung, semoga lancar ya bang film-nya :))

Andheka Malestha mengatakan...

Alangkah baiknya film itu diperankan oleh orang awam bang, mungkin aku boleh :D

adhe anisa mengatakan...

yang jadi ruth bisa Tatjana Saphira atau Chelsea Islan. Kalo Are, langsung kepikiran adipati :D
kira-kira nanti ada adegan kapal Feri tenggelam gak ya hehe :D

nia the last mengatakan...

yang jadi ruth Raline Shah. terus Are Herjunot aja... ^^

yosafat arthur mengatakan...

mau donk jadi figuran bang..