29 April 2015

Review Jatuh Cinta




“Karakter-karakter yang misterius, dialog-dialog yang menggelitik, solilokui dan narasi yang sarat refleksi. Bernard menggambarkan buruknya negeri ini dengan kalimat-kalimat yang rapi dan tersirat.” (Revius Webzine)

“Cerita-ceritanya menembus batas nalar, namun pijakannya tetap membumi. Bernard lihai menciptakan imaji bertaji dan mengontrol indera pembaca dengan kemampuannya bertutur dalam cerita.” (Buruan.co)

“Kisah-kisah cinta Bernard Batubara memukau saya. Ia berkisah tentang malaikat lugu yang jatuh cinta kepada manusia hingga lelaki yang jatuh cinta kepada pembakar perpustakaan kota. Caranya menggambarkan percintaan sepasang kekasih kadangkala memberi ruang kepada kita untuk membayangkan adegan yang lebih panjang lagi, seperti yang tersedia dalam kalimat: “Mereka bercampur dalam kegelapan seperti malam-malam sebelumnya”. Dalam kisah-kisah cintanya ini pula ikut terungkap situasi sosial dan masalah kemanusiaan di dunia kontemporer kita.” (Linda Christanty)

“Saya menemukan proses pendewasaan dalam cerpen-cerpen Bara kali ini; tema yang gelap dan satir. Cinta yang ia ungkap bukan lagi hanya sebatas manis dan perih, tetapi juga sisi gelap. Apakah lebih bagus atau tidak? Saya rasa bergantung pada selera pembaca. Sebagian akan kehilangan ciri Bara yang pernah mereka kenal, tetapi mungkin sebagian yang lain akan menyambut baik proses pendewasaannya ini. ” (Dewi ‘Dee’ Lestari)


Baca review atas buku terbaru saya Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri di sini:


Kalau kamu menemukan review atas buku ini atau kamu menulis reviewmu sendiri, jangan ragu untuk beri tahu saya. Saya akan baca dan pajang review kamu di halaman ini.

15 komentar:

Ayu Nadzira mengatakan...

Saya sudah membaca buku abang yg terbaru. Saya suka sekali karena buku tsb berisi sisi lain dari cinta yg selalu berujung manis. Lanjutkan ya bang utk membahas sisi2 lain dari cinta.

Nayla Nuha mengatakan...

Waaaaa linknya terpampang di webnya Bang Bernard :))

uzlifatul azmiyati mengatakan...

Saya juga nulis reviewnya nih Bang di http://barubukuku.blogspot.co.uk/2015/01/book-review-jatuh-cinta-adalah-cara.html :D

benz mengatakan...

ayu: terima kasih, ya. saya akan senang jika ada catatan untuk buku ini.

nayla: terima kasih untuk ulasannya. :D

uzli: oke, saya baca dulu ya. terima kasih.

Ade Gunawan mengatakan...

Pengen beli bukunya dimana?

Endra Suhendra mengatakan...

Wajib punya kayaknya... fardu Ain... potong uang jajan dua minggu... hihihi
i'm coming bang !

Humaira Balfas mengatakan...

Setelah bingung mau kasih komentar dibacaan yang mana, saya putuskan disini aja. Dari pertama saya sudah tertarik dengan buku karangan abang yang satu ini, karena sebagian besar mengulas novel lain. Novel yg saya dengar banyak yg mengapresiasinya, terutama di medsos. Dari judulnya, saya rasa ini buku yg lain dari biasanya. Orang berlomba-lomba saat jatuh cinta, apa saja dilakukan, tapi dijudul ini disebutkan jika "jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri". Padahal kebanyakan diluar sana, "putus cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri" :D

Jadi secara keseluruhan, "apa kurangnya sebuah buku/novel saat diluar sana sangat banyak yang mengapresiasikannya?" Contohnya saja diatas, mungkin kekurangannya hanya satu. Setiap orang yang membacanya sangat merasa sedih saat berjumpa dihalaman terakhir buku ini, karena saking tak terasanya membaca dan sudah sampai saja diakhir.

Untuk bang benz, sukses selalu. Semoga karyanya selalu menjadi sesuatu yang lain, yang berkesan, yang mampu menelurkan novel-novel hebat lainnya :)

Aritsa A. K. mengatakan...

Sejujurnya, Bang, beberapa cerita di buku ini "disturbing". Eits belum selesai! I mean "disturbing yet true". Contohnya di cerita "Seribu Matahari untuk Ariyani". I can't get it off of my mind. Sadly but true, children nowadays become the victims of sexual harassment. Makasih banyak Bang, udah mengangkat topik-topik yg mungkin belum banyak penulis berani mengulasnya :-D

anggimayangsari mengatakan...

saya lebih suka jika di blog http://www.bisikanbusuk.com/ bara menulis tentang Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri karena dilhat dari jdul uku ini membuat para pembaca penasaran terutama pada kalangan remaja yang masih labil dan sering penasaran sebenarnya cinta itu kayak mana sih, dan tidak jarang para remaja yang kehilangan kontrol atas dirinya sendiri dikarenakan kisah cintanya yang tidak sesuai harapan. mungkin dengan membaca buku ini pembaca akan menemukan bagaimana cara menyikapi keadaan-keadaan tersebut dengan lebih bijak dan tidak salah langkah. Dengan gaya khas ala Bara buku ini dikemas sehingga tak bosan-bosan pembacanya meniknati buk ini :D

benz mengatakan...

ade gunawan: ada di toko-toko buku gramedia dan toko buku online.

endra suhendra: terima kasih.

humaira balfas: terima kasih.

benz mengatakan...

aritsa: ini hanya perkara kegelisahan. saya sedang gelisah akan hal tersebut dan berusaha untuk menyampaikan kegelisahan saya lewat cerita agar orang-orang juga menggelisahkan apa yang saya gelisahkan. terima kasih.

anggi: terima kasih sudah mampir.

Komang EmiApriliani mengatakan...

suka buku Jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri. kosa katanya ngena banget.. :-D saya suka. (y)

Kedai Jelly Gamat Gold G mengatakan...

penasaran jadinya pengen baca

Mita Puteri mengatakan...

Gue udah baca dan udah ngereview juga coba deh baca di http://putrimyta.blogspot.com thx Bara :"))

benz mengatakan...

terima kasih!