Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Review Jatuh Cinta

Gambar
“Karakter-karakter yang misterius, dialog-dialog yang menggelitik, solilokui dan narasi yang sarat refleksi. Bernard menggambarkan buruknya negeri ini dengan kalimat-kalimat yang rapi dan tersirat.” (Revius Webzine)
“Cerita-ceritanya menembus batas nalar, namun pijakannya tetap membumi. Bernard lihai menciptakan imaji bertaji dan mengontrol indera pembaca dengan kemampuannya bertutur dalam cerita.” (Buruan.co)
“Kisah-kisah cinta Bernard Batubara memukau saya. Ia berkisah tentang malaikat lugu yang jatuh cinta kepada manusia hingga lelaki yang jatuh cinta kepada pembakar perpustakaan kota. Caranya menggambarkan percintaan sepasang kekasih kadangkala memberi ruang kepada kita untuk membayangkan adegan yang lebih panjang lagi, seperti yang tersedia dalam kalimat: “Merekabercampur dalam kegelapan seperti malam-malam sebelumnya”. Dalam kisah-kisah cintanya ini pula ikut terungkap situasi sosial dan masalah kemanusiaan di dunia kontemporer kita.” (Linda Christanty)
“Saya menemukan proses p…

Sepotong Cerita tentang Seorang Pria Pianis

Gambar
Waktu itu pertengahan maret, malam hari, saya menghadiri acara pembukaan sebuah festival sastra internasional di sebuah tempat di bilangan Cikini, dan selama tak kurang dari tiga puluh menit, saya menyaksikan keindahan yang belum pernah saya lihat seumur hidup saya.
Saya dan banyak orang lain berada di sebuah ruangan. Teater Kecil, namanya. Ya, kami sedang di Taman Ismail Marzuki, menonton malam pembuka Asean Literary Festival 2015. Setelah melihat pembacaan puisi, muncullah sesosok pria berpakaian rapi, memberi salam ke arah kami, lalu ia pun duduk di singgasananya: sebuah bangku panjang yang berada tepat berhadapan dengan grand piano.
Ia mengangkat kedua telapak tangan ke udara, lalu mulai memencet tuts-tuts piano.
Selama beberapa menit, saya tersihir. saya yakin, orang-orang lain di dalam teater kecil itu juga terkesima. Pria di atas panggung yang sedang bermain piano itu sesungguhnya tidak sedang bermain piano. Saya yakin ia sedang merapal mantra lewat bunyi-bunyian. Dan benarlah, ka…

Wawancara oleh Alanda Kariza

Pertengahan tahun lalu, Alanda Kariza, seorang penulis dan aktivis pergerakan anak muda mengirimi surel dan mewawancarai saya. Wawancara itu ia lakukan untuk mengisi rubrik di blognya bertajuk "Ketika Menulis". Saya tampilkan keseluruhan wawancara tersebut di sini. Anda juga bisa menengoknya di blog Alanda dalam versi yang sama sekali tidak berbeda.
Selamat membaca.


1.Alanda Kariza (AK): Anda telah menerbitkan sejumlah buku dan mempublikasikan sejumlah cerita pendek. Karya mana yang menjadi favorit Anda sampai saat ini, dan mengapa? 
Bernard Batubara (BB): Saya menulis puisi, cerita pendek, dan novel. Karya favorit saya adalah buku pertama saya, Angsa-Angsa Ketapang, kumpulan puisi yang terbit pada awal tahun 2010. Buku itu saya terbitkan secara mandiri (self-publishing) dengan kesadaran bahwa tidak ada penerbit major yang mau menerbitkan naskah kumpulan puisi saya. Pada waktu itu, semua penerbit major hanya menerbitkan kumpulan puisi dari penyair-penyair besar. Penyair yang ta…