Skip to main content

Selamat Datang


Buku terbaru Bernard Batubara, Luka Dalam Bara


Bisikan Busuk adalah blog pribadi Bernard Batubara (Bara): penulis penuh-waktu, yang lahir pada Juli 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat; kini tinggal di Yogyakarta. Bara belajar menulis puisi, cerita pendek, dan novel sejak 2007. Buku-bukunya yang telah terbit: Angsa-Angsa Ketapang (2010), Radio Galau FM (2011), Kata Hati (2012), Milana (2013), Cinta. (2013), Surat untuk Ruth (2013), Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri (2014), Jika Aku Milikmu (2015), Metafora Padma (2016), dan Elegi Rinaldo (2016). Radio Galau FM dan Kata Hati telah diadaptasi ke layar lebar. Buku terbarunya terbit Maret 2017, Luka Dalam Bara.


Comments

yhana wideaa said…
Gak sabar pgn beli i fall for you kak :)
terima kasih ya yhana. tunggu akhir September ya. :D
Lovy amalia said…
waahhh,nggak sabar nunggu novelnya bang bara trus kalo' judulnya bukan "i fall for you" apa dong bang??
wah udah mau keluar nih novelnya. seru kayanya...
Lovy: Judulnya jadi "Jika Aku Milikmu".
Amai Sragen said…
what??? abang beneran dari Pontianak? Gilaaa, keren (y).
salam dari Pontianak bang :)
Aminah: Iya, saya dari Pontianak. Salam!
Novia Amirara said…
Bang bara teman aku ada yg penasaran dg kata kata bang bara yg ini "Nak,, memank ayah tidak melahirkanmu tapi .........???

Dia bilang dia tau kata kata itu dari talkshow novel "surat untuk ruth" karena dia tertarik dg kata kata di atas itu akhirnya dia datang ke saya dan pinjam novel abang yg "surat untuk ruth" kira kira lanjutan kalimatnya itu gimana ya bang? Saya ingin bantu dia menuntaskan penasarannya. Terimakasih bang bara 😊
eka put said…
Kak bara, dulu awalnya nerbitin buku gimana? Kak biayanya mahal. Saya punya cerita tpi gak pernah aku terbitkan, karena biaya.
Unknown said…
Can't wait Film surat untuk ruth bang ❤




Wah budak pontianak ni. Salut untok abang. Keren!
Anonymous said…
Semoga semakin sukses terus, ya, Saudara! :)
Fei said…
Heemmmm perlu di baca nih. Dan gw baru tau aja gitu penulis Radio Galau FM padahal gw nonton filmnya hahahahaha
Serenade Jingga said…
Cukup rugi karena baru (sempat) selesai baca ~ Sudah seperti mereka yang diburu-buru namanya oleh mahasiswa jurusan Sastra Indonesia, kak :) Tapiii, endingnya kok membuat saya bertanya-tanya ~~~ :(
Unknown said…
This comment has been removed by the author.
Nur Atika said…
Terus produktif, Bang! Supaya saya bisa terus menikmati karya-karya Abang :)
Fei: Terima kasih.

Jingga: Gimana, gimana, hehe.

Nur: Terima kasih ya.
depo selang said…
akhirnya ketemu juga, ijin share utk rekan saya yang di http://selangpedia.com/
Unknown said…
,,.,KISAH NYATA ,
Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KIYAI HAJI DAHLAR hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KIYAI HAJI DAHLAR DI 085-299-585-055. Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KIYAI HAJI DAHLAR saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KIYAI HAJI DAHLAR DI 085-299-585-055. (TANPA TUMBAL/AMAN).

Popular posts from this blog

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.                                                             

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.