24 Desember 2015

20 Buku Favorit di 2015




Tahun ini, saya tidak banyak membaca. Bahkan, jauh lebih sedikit ketimbang dua tahun sebelumnya, di mana rata-rata saya membaca setidaknya seratus buku sepanjang satu tahun. Tahun ini, menurut catatan resmi Goodreads (saya sering menggunakan media sosial tersebut untuk merekam perjalanan membaca saya) saya hanya membaca 57 buku, terdiri dari novel, buku puisi, buku cerita pendek, dan nonfiksi. Jika ditambah dengan beberapa buku yang tidak terdapat datanya di Goodreads sehingga saya tidak bisa mencatatkannya di sana, kira-kira saya hanya membaca 60 buku lebih sedikit.

Jumlah yang amat sedikit bila dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Namun, saya justru merasa gembira, karena dari yang sedikit itu, tahun ini saya lebih sering menemukan buku bagus. Oleh karena itu, jika tahun sebelumnya saya hanya memilih sepuluh buku dalam daftar buku favorit yang saya baca, maka tahun ini saya menambahnya menjadi dua puluh. Semata-mata karena saya tidak bisa memangkasnya menjadi hanya sepuluh buku karena saya menyukai seluruh dua puluh buku ini.

Daftar dua puluh buku favorit yang saya baca di 2015 ini bisa juga dibaca sebagai rekomendasi dari saya jika ada yang sedang mencari bacaan baru. Perlu dicatat bahwa tidak semua dari daftar ini adalah buku yang terbit pada tahun 2015, bahkan kebanyakan terbit sudah lama. Tetapi buku-buku tersebut baru saya baca di tahun 2015. Demikianlah saya susun daftar ini semata untuk mengingat kembali apa saja yang sudah saya baca dan berbagi informasi bacaan favorit karena, ya, bukankah itu menyenangkan, saling berbagai bacaan kesukaan?


Misteri pembunuhan seorang seniman ilustrasi di Turki abad ke-16. Novel yang padat informasi, narasi dengan intensitas tinggi, cara bertutur yang unik, dan dipenuhi cerita-cerita berbingkai. Penuturan dari berbagai sudut pandang orang pertama membuat teka-teki dan misteri di dalamnya kian kentara terasa. Salah satu novel yang menurut saya wajib dibaca oleh semua orang, setidaknya sekali seumur hidupnya.


Kisah cinta yang berujung tragis, antara seorang laki-laki kelas atas dengan seorang gadis kelas bawah di Istanbul pada tahun 1975, berbalut obsesi dan intrik-intrik. Melankoli kota dan individu-individu sangat terasa lewat narasi yang jernih dan rinci, pula penuh deskripsi tempat, adegan, dan suasana. Roman yang menunjukkan dengan baik bagaimana seorang manusia kadang tidak dapat membedakan antara perasaan cinta dan obsesi.


Memutarbalikkan paradigma manusia akan arti kematian dan kehidupan. Novel tipis yang menghentak kepala, jika tidak meruntuhkan gagasan yang selama ini telah terbangun di diri kita, dalam hal memandang dua topik tersebut: mati dan hidup.

4.    Sejarah Tuhan, Karen Armstrong

Buku nonfiksi terbaik yang saya baca tahun ini. Memuat informasi pengantar yang cukup komperehensif tentang sejarah agama-agama di dunia. Tidak hanya agama samawi, tetapi bahkan yang lebih tua lagi, mulai dari cerita tentang keberadaan dan penyembahan dewa-dewa, hingga munculnya kepercayaan ateis dengan ragam sub-lininya. Ditulis dengan jernih dan mudah dipahami. Sangat saya rekomendasikan bagi yang tertarik mengetahui bagaimana hubungan manusia dengan agama, tuhan, dan ketuhanan.

5.    Sejarah Islam, Karen Armstrong

Buku yang memuat secara ringkas namun cukup lengkap tentang perjalanan agama Islam, salah satu agama dengan penganut terbanyak di dunia, semenjak kelahirannya seribu empat ratus tahun yang lalu, hingga perkembangannya dari masa ke masa, sampai sekarang. Ditulis dengan objektif dan menyeluruh. Salah satu referensi penting bagi yang ingin mengenal sejarah Islam.


Bertahanlah hingga separuh buku, maka akan terasa betapa serunya novel ini. Jangan kalah dengan rasa bosan yang mungkin mendera sejak halaman pertama hingga seratus lima puluhan. Begitu memasuki paruh kedua buku, plot akan semakin menarik dan ketegangan semakin intens. Dialog-dialog yang mengalir di meja persidangan menciptakan keseruan yang teramat. Buku terbaik tentang bagaimana manusia gemar menghakimi manusia lain yang tidak ia kenal apalagi pahami.


Novel tentang politik memori dan amnesia massal. Ditulis dengan keseriusan yang tersamar di balik selera humor yang menyenangkan dari penulisnya. Kocak, sekaligus bikin merenung. Salah satu dari sekian karya Milan Kundera yang penting dibaca.


Kisah hubungan cinta (relationship) seorang laki-laki dan seorang perempuan yang disisipi pemikiran-pemikiran mendalam Kundera soal psikologi manusia, persahabatan, ambisi, dan identitas individu. Pertanyaan-pertanyaan tentang apakah yang dapat dilihat sebagai identitas sebenarnya dari seorang individu mewarnai adegan demi adegan yang dirangkai lewat plot yang menarik.

Salah satu karya Milan Kundera yang paling ringan, sekaligus tidak ringan. Membicarakan dan mengulik hal-hal paling tidak signifikan dari manusia: pusar, rasa ingin kencing, dan ketidakberadaan. Kocak dan penuh anekdot-anekdot yang bikin ngakak sekaligus mikir.


Buku terbaik dari Murakami. Tebal, panjang, dan intens. Seperti biasa, ditulis dengan gaya realis sekaligus surealis. Memasukkan di dalamnya adegan-adegan yang membuat pilu dan bergidik dari perang Vietnam, tanpa kehilangan elemen sureal yang menjadi ciri khas dari setiap narasinya. Sesekali pula kompleks dan mengecoh.


Semacam fiksi-sains yang tidak sains-sains amat, tapi sebagaimana buku-buku Murakami yang lain, tetap enak dibaca dan sangat page turner. Tentang seorang karyawan IT yang ternyata dijebak dalam sebuah proyek ambisius milik profesor yang mempekerjakannya, yang membuatnya, melalui serangkaian adegan aneh dan ganjil dengan nuansa petualangan, menemui ‘akhir dunia’nya. Penutup cerita buku ini amat memukau dan membuat saya melemparkannya ke dinding saking kesalnya.


Buku kumpulan cerita pendek yang ditulis Murakami yang terinspirasi oleh peristiwa gempa di Kobe tahun 1995. Berisi enam cerita pendek yang terhitung agak panjang jika memakai ukuran cerita pendek di surat kabar Indonesia. Favorit saya adalah Super-Frog Saves Tokyo, bercerita tentang seorang laki-laki yang pulang ke apartemen dan menemukan seekor katak raksasa telah menunggunya dan meminta bantuannya untuk bertarung melawan seekor cacing raksasa di saluran bawah tanah kota untuk menyelamatkan Jepang.


Proyek ‘istirahat’ Murakami setelah berlelah-lelah menulis 1Q84. Minim unsur surealis dan dalam banyak hal mirip Norwegian Wood. Tentang empat sekawan dengan karakternya masing-masing, yang terpecah karena satu hal, dan membuat sang tokoh utama, Tsukuru Tazaki, yang paling merasa tidak memiliki apa-apa dibanding tiga temannya, hidup dalam penyendirian dan keterasingan terhadap banyak hal dalam hidupnya. Depresif, seperti semua buku Murakami.


Novel perang yang puitis, disebabkan oleh efek deskripsinya yang teramat detail. Penulisnya seperti menggunakan kaca pembesar dalam setiap adegan, untuk melihat objek-objek di adegan tersebut dengan sangat dekat hingga terlihat kerinciannya. Tentang pendudukan tentara Nazi Jerman di Saint-Malo, salah satu kota dekat Paris, Prancis. Rasa saat membaca novel ini seperti The Book Thief, Markus Zusak.


Pelan namun tidak melankolis. Tokoh utama novel ini, terdorong oleh secarik surat kabar yang berisi pengumuman hilangnya seorang gadis, melakukan suatu pencarian yang kemudian membuat ia teringat akan memorinya sendiri di masa lalu tentang ayahnya. Cerita bergulir dalam konteks pendudukan Nazi Jerman di Paris, Prancis.


Buku kumpulan cerita pendek yang super-pendek. Panjang tiap cerita hanya satu hingga dua halaman, khas cerita-cerita penulis Amerika Latin, hanya saja kali ini yang membuat adalah penulis asal Israel. Penuh humor gelap dan satir. Kocak. Bahasanya sederhana dan sesekali dihiasi nada slang dan dialek orang Israel. Dalam hal humor dan gaya bahasa, membacanya membuat teringat pada cerita-cerita pendek maupun novel Junot Díaz (This Is How You Lose Her, The Brief Wondrous Life of Oscar Wao).

17. Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan

Setidaknya bagi saya sendiri, pernyataan berikut tidak terlampau berlebihan: ini adalah novel terbaik yang pernah ditulis orang Indonesia setelah Bumi Manusia milik Pramoedya Ananta Toer. Sangat lucu dengan adegan-adegan yang intens dan seringkali dialog yang menghibur. Penuh metafora yang hiperbolik dan juga dihiasi unsur-unsur surealis. Nuansa lawas yang melekat dalam ceritanya bikin saya teringat pada film-film kolosal di Indosiar, dalam pengertian yang baik. Frontal, vulgar, dan menyenangkan!


Seperti To Kill A Mockingbird, membosankan di awal hingga pertengahan, namun menghentak pada paruh kedua. Tentang misteri peristiwa bunuh diri seseorang yang kemudian motifnya coba diungkap tokoh utamanya dengan memanggil bagian-bagian memori masa lalunya, membuatnya memikirkan ulang apa yang ia pikirkan di masa lalu, dan bila perlu mengubah seluruh hal yang pernah ia katakan dan lakukan di waktu itu. Semacam cerita tentang penyesalan dan penemuan ulang arti hidup yang sebenarnya.


Kisah cinta, hasrat, dan obsesi terlarang seorang bocah laki-laki terhadap ibu tirinya. Terlihat dan terasa ganjil, dan memang demikian adanya. Dipenuhi alusi-alusi menggunakan lukisan mitikal klasik, dan dituturkan dengan kelucuan tiada tara, khas selera humor dan kegilaan penulis Amerika Latin. Tipis, namun padat dan intens.


Salah satu kumpulan cerita terbaik dari penulis Indonesia yang pernah saya baca sejauh ini. Menawarkan perspektif lain dalam memandang kolonialisme. Cerita-cerita di dalamnya berlatarkan penjajahan Belanda atas Indonesia, namun kali ini dituturkan dari sudut pandang para penjajah itu sendiri. Buku yang menarik.


Demikian daftar buku favorit yang saya baca tahun 2015. Seperti saya katakan sebelumnya, daftar ini bisa juga dibaca sebagai cara saya merekomendasikan bacaan bagi yang sedang ingin mencari bacaan baru. Barangkali apa yang saya suka juka menjadi apa yang teman-teman suka. Barangkali juga tidak. Yang jelas, saya senang berbagi bacaan yang saya sukai, seperti juga saya senang mendengar orang lain memberitahu, membicarakan, dan menjelaskan buku-buku yang ia sukai. Itu seperti pertukaran hal-hal yang kita sukai dan tentu saja hal tersebut sangat menyenangkan.

Jika kamu punya daftarmu sendiri, jangan ragu untuk membaginya dengan saya. Silakan berikan tautan daftarmu pada kolom komentar di bawah tulisan ini.

Terima kasih dan selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.



~ Bara

10 komentar:

innnayah mengatakan...

okay..masukkan ke list

benz mengatakan...

selamat membuktikan!

bintang permata mengatakan...

Selain 'cantik itu luka', kok aku juga tertantang yang 'to kill a mockingbird' ya? Kudu dicoba kayaknya.

mr aneh mengatakan...

Masukin ke list. Siap meluncur untuk membacanya

mr aneh mengatakan...

Masukin ke list. Siap meluncur untuk membacanya

Anisa Dwi Oktariani mengatakan...

Bang bacaannya berat semua >.< tapi saya suka. Setiap kali lihat update-an bang Bara di goodreads saya jadi penasaran sama buku-bukunya. Bang Bara gak suka buku genre young adult ya?

benz mengatakan...

Anisa: Saya juga sesekali baca young-adult, seperti "Eleanor & Park" (Rainbow Rowell) atau "Me Before You" (Jojo Moyes). Eh, itu masuk YA nggak, ya?

Theresia Putri mengatakan...

Mas, itu buku fisik semua? Mantaap bikin envy hehe. Saya lagi mau baca The Stranger, setelah baca terjemahan kumpulan esai Camus yang Krisis Kebebasan. Eka juga sudah baca beberapa tapi belum yang Cantik Itu Luka. Minta sarannya, kalau baru mau mulai baca Murakami pertama kali, baiknya dari karya yang mana ya? Makasih sarannya.

benz mengatakan...

Theresia: Iya, semuanya buku cetak. Kalau mau baca Murakami mungkin bisa mulai dengan "Norwegian Wood". Tapi karya terbaiknya menurut saya adalah "The Wind-Up Bird Chronicle". Selamat membaca dan semoga suka.

Theresia Putri mengatakan...

Akhirnya saya baca Norwegian Wood. Nemu suramnya dan penasaran sama karya yg lain. Terima kasih sarannya, "The Wind-Up Bird Chronicle" masuk dalam daftar.