12 Januari 2017

5 Tips Mereview Buku À la Bara



Baru sekitar empat tahun yang lalu, saya mulai membuat catatan tentang buku-buku yang saya baca. Awalnya terinpirasi dari blog Eka Kurniawan. Sampai hari ini, saya masih menghindari sebutan review atau ulasan untuk menamai catatan-catatan buku yang saya buat di blog ini, termasuk juga resensi. Alasannya, saya merasa apa yang saya tulis tidak tepat memenuhi format resensi buku yang biasanya saya lihat dibikin oleh orang lain.

Namun, demi kemudahan dan supaya relatable, saya pakai istilah review khusus untuk tulisan ini. Saya bikin tips ini demi menjawab pertanyaan beberapa pembaca via instagram maupun e-mail tentang topik mereview buku.

Pertama-tama, perlu dicatat bahwa saya enggak punya metode khusus dalam menulis review buku. Saya juga enggak punya format yang jadi pakem setiap kali membuat review. Isi review saya dari satu buku ke buku lain bisa beda-beda. Di satu buku, misalnya, saya akan memulai dengan menceritakan sedikit kisah dari bukunya, sementara di buku lain saya bisa membuka tulisan dengan membahas sosok penulisnya.

Hal pertama yang saya lakukan ketika bikin review buku adalah mengingat-ingat, apa momen di dalam cerita yang paling berkesan buat saya. 

Meski demikian, saya mencoba mencatat poin-poin yang biasanya saya tulis ketika membuat review buku dan merumuskannya jadi serangkaian pertanyaan. Kamu bisa memakai daftar pertanyaan ini kali berikutnya kamu menulis review untuk buku yang baru saja selesai kamu baca.

Berikut ini lima tips mereview buku à la Bernard Batubara:


  • What's the most memorable moments from the book?
Hal pertama yang saya lakukan ketika bikin review buku adalah mengingat-ingat, apa momen di dalam cerita yang paling berkesan buat saya. Apakah adegan seorang tokoh utama bersembunyi dari kejaran penjahat? Atau percakapan antara sang hero dengan heroine di sebuah tempat yang ganjil? Ketika bikin review buat novel My Name Is Red (Orhan Pamuk) yang kali pertama saya ingat adalah paragraf pembukanya, yaitu mayat yang menceritakan kepada kita bagaimana dia dibunuh. Momen paling berkesan dari cerita di buku akan membawa kita ke hal-hal lain yang ingin kita tulis dalam review.


  • How does the book make you feel?
Karena saya cowok Cancer, apa-apa dibawa ke perasaan, termasuk kalau lagi baca buku. Jadi saat mereview pun saya mengingat-ingat, apa yang saya rasakan saat membaca buku ini? Buku-buku tertentu seperti novel-novelnya Haruki Murakami bikin saya tenggelam dalam melankoli dan detached dari dunia nyata. Novela The Hour of the Star (Clarice Lispector) bikin saya marah sama Tuhan, dan novela Bukan Pasarmalam (Pramoedya Ananta Toer) bikin saya terharu dan merasa kangen sama bapak. Saat membaca buku, kita bisa terbawa dengan emosi yang dituangkan atau dirancang oleh penulis buku tersebut. Bagaimana perasaanmu saat membaca buku itu? Jabarkan dengan rinci...


  • How does the book change the way you see the world?
Buku yang bagus dapat menggoyahkan bahkan mengubah caramu berpikir dan memandang dunia. 

Sebagai manusia, kita punya pemikiran dan konsep-konsep yang kita pegang saat memandang dunia dan kehidupan pada umumnya. Misalnya, kamu memandang bahwa dunia ini indah, sementara temanmu seorang yang selalu sinis sama dunia. Pemikiran ini terbentuk dari pengalaman hidup dan apa yang otak kita serap dari sekitar. Termasuk dari buku. Buku yang bagus dapat menggoyahkan bahkan mengubah caramu berpikir dan memandang dunia. Novela The Stranger (Albert Camus) mengubah cara saya memandang kehidupan dan kematian. Novel The Brothers Karamazov (Fyodor Dostoyevsky) memberi masukan yang sangat kuat terhadap cara saya melihat kebaikan, kejahatan, dan nasib manusia. Apakah buku yang kamu baca mengubah caramu berpikir? Tuliskan dampak semacam apa yang dimunculkan buku tersebut bagi konsep berpikir dan prinsip-prinsipmu.


  • Go outside of the book. Find more about the author.
Kalau buku yang saya baca bagus dan saya menyukainya, saya akan mencari informasi lain di luar buku. Yang pertama saya cari biasanya biodata penulisnya. Kedua, wawancara-wawancara tentang penulisnya. Saya sering dapat banyak hal dari melakukan ini, misalnya saya jadi tahu bagaimana Haruki Murakami menuliskan novel-novelnya dengan visi yang sangat abstrak dan tidak terencana, dan bahwa ternyata Orhan Pamuk orangnya sangat mekanis ketika merancang plot. Hal-hal trivial dari riwayat hidup penulis juga menarik dimasukkan ke review. Ketika baca novel Piramid (Ismail Kadare) dan nyari tahu tentang penulisnya, saya jadi dapat info bahwa buku ini ternyata pernah dilarang, dan naskahnya terpisah-pisah demi menghindari sensor sebelum dapat digabungkan kembali dan terbit jadi buku. Mencari tahu tentang sosok penulis juga bisa memberi kita pemahaman lebih dalam tentang apa yang dia tulis.

Kita menyukai sebuah buku karena kita merasa menemukan bagian dari diri kita sendiri di dalamnya. 

  • How do you relate to the book?
Kita menyukai sebuah buku karena kita merasa menemukan bagian dari diri kita sendiri di dalamnya. Buku-buku favorit kita biasanya mengonfirmasi apa yang sebenarnya sudah pernah atau sedang kita rasakan. Ketika baca novel-novelnya Haruki Murakami, saya merasa tokoh-tokohnya gue banget. Senang menyendiri, soliter, dan kadang-kadang clueless kalau menghadapi perempuan. Saya bisa merasa related sama bukunya karena apa yang tokoh-tokoh di buku itu pikirkan sama seperti apa yang saya pikirkan. Kalau kamu menemukan hal serupa ketika membaca buku, gambarkan apa yang membuatmu merasa buku itu gue banget. Mungkin orang lain juga merasakan hal sama denganmu.


Last but not least: Don't spoil anything!

Meskipun mungkin kadang-kadang saya keceplosan, tapi saya sebisa mungkin menghindar memberikan spoiler. Kecuali buku-buku klasik semacam The Brothers Karamazov, misalnya, saya merasa enggak masalah menyebut satu-dua hal kunci dalam ceritanya karena butuh untuk membahasnya, dan saya menganggap kalaupun saya ngasih spoiler, bukunya tetap layak dibaca dan enggak akan mengganggu pembacaan orang yang baru mau baca. Saya sangat berusaha enggak spoiler terutama buku-buku terbitan baru atau novel-novel tipis.

Membuat catatan tentang buku yang kita baca membantu kita memahami buku tersebut lebih dalam lagi.

Selamat membaca dan mencatat buku-buku yang kamu baca ya. Cheers!

5 komentar:

darul azis mengatakan...

Wah...keren nih Bang tipsnya. Ditunggu tips lain Bang, misal tips membaca yang asyik. Heee

Harianti Eja mengatakan...

Terima kasih tipsnya, dapat ilmu baru lagi nih!

benz mengatakan...

Azis: Boleh juga. Nanti ya!

Harianti: Sama-sama.

Satrio Budiman mengatakan...

Aduh baru baca lagi tipsnya *tepokjidad*. Padahal baru ngasih review #EligiRinado jadi berasa kurang maksimal ngereview nya 😞

Satrio Budiman mengatakan...

Padahal mau ngereview banyak, tapi bingung apa aja yang mau ditambahin ke reviewnya. Tapi yang rio review gimana menurut bang bara? Masih kurang atau gimana?