12 Agustus 2017

Kamu Orang Mana?




Ada banyak hal yang saya senangi di hidup ini, salah satunya berkenalan dengan orang baru. Namun, dari banyak hal yang saya senangi ketika bertemu kenalan baru, ada satu pertanyaan yang tidak pernah bisa saya jawab dengan lekas. Pertanyaan yang senantiasa disampaikan sebagai pembuka, pengisi obrolan, atau bahkan di penghujung tukar-pikiran. Di mana pun letaknya, pertanyaan ini niscaya muncul:

“Kamu orang mana?”

Saya selalu bingung harus menjawab apa.

Apa itu maksudnya: Kamu orang mana?

Beberapa teman saya menerjemahkan pertanyaan tersebut sebagai keingintahuan akan daerah asal atau lebih spesifik lagi tempat kelahiran. Jika kamu lahir di Yogyakarta, maka jawabannya: “Saya orang Jogja.” Beberapa yang lain menganggap kata tanya mana mengacu pada kelompok etnis. Jika kamu lahir dari kedua orangtua Betawi, maka kamu akan menjawab: “Saya orang Betawi.”

Jawaban ini bukan tanpa persoalan. Masalahnya, kalau kedua orangtua saya berasal dari suku yang berbeda, saya harus menjawab dengan apa?

“Saya orang Batak, sih, tapi juga Melayu.:”

Menjadi lebih rumit lagi jika ayah dan ibu saya tidak murni Batak maupun Melayu.

“Saya orang Batak, sih, tapi juga Melayu. Ada India-nya sedikit, tapi udah jauh…”

Rumit, kan.





Ini bukan persoalan sederhana. Belasan tahun sejak kali pertama mendapat pertanyaan itu saya masih saja kebingungan menjawabnya. Semakin sulit bagi saya menerjemahkan dan memberi respons atas pertanyaan, “Kamu orang mana?” ketika saya terus berpindah tempat tinggal dari desa masa kecil di Anjongan Kalimantan Barat, Pontianak, hingga kini di Yogyakarta.

Di Anjongan saya tinggal hingga usia 11 tahun. Di Pontianak saya menghabiskan waktu 6 tahun. Di Yogyakarta, saya sudah tinggal selama 10 tahun lebih, hingga beberapa kali ketika driver ojek bertanya basa-basi tentang berapa lama saya tinggal Yogyakarta, mereka merespons dengan, “Wah sudah jadi orang Jogja ya.” setelah saya menyebut 10 tahun.

Jadi saya ini orang mana sebenarnya?

Secara teknis, saya adalah orang Batak campur Melayu dan sedikit India. Itupun karena saya hanya sanggup melacak hingga tiga generasi ke atas. Saya tidak tahu ibunya nenek buyut saya orang mana, belum lagi nenek buyutnya nenek buyut.

Jika dibilang orang Batak karena ayah saya Batak, saya sesungguhnya tidak paham-paham amat perihal tradisi Batak. Begitu pula dengan Melayu, suku ibu saya; saya bicara dalam bahasa Melayu pergaulan selama enam tahun, tapi tidak benar-benar mengenal secara dalam dan fasih tentang budaya Melayu. Kini, ketika saya tinggal di Yogyakarta, saya merasa memahami sedikit lebih banyak soal Yogyakarta ketimbang Pontianak, kota kelahiran saya.

Jadi, disebut apa laki-laki yang lahir dari orang Batak dan orang Melayu yang tidak benar-benar tahu mengenai budaya Batak dan Melayu dan merasa dirinya lebih dekat pada kebiasaan orang-orang Jawa?





Suatu hari, saya jatuh cinta.

Pada sebuah percakapan dengan orang yang saya cintai, dia tiba-tiba mengucapkan kalimat yang membuat saya agak tidak siap.

“Coba kamu ngomong pakai bahasa Melayu.”

Saya belum pernah jatuh cinta dengan orang yang melemparkan permintaan ganjil seperti itu. Tidak ada pernah ada yang notice dengan aksen Melayu saya, yang meski jarang muncul, sesekali bisa hadir dalam kata-kata saya terutama jika saya merasa nyaman dengan lawan bicara.

Kekasih saya pada saat itu (yang kini sudah menjadi kekasih orang lain) kerap meminta saya berbicara dengan aksen Melayu. Jika selama beberapa jam saya berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang cukup formal, dia akan sadar kemudian bertanya: “Kok kamu enggak ngomong pakai bahasa Melayu lagi, sih?”

Saya tidak pernah merasa sangat bangga menjadi orang Melayu, hingga orang yang saya cintai terus-terusan meminta saya bicara dalam aksen Melayu. Ketika saya bertanya mengapa, dia bilang dia menyukai cara saya bicara ketika saya bicara dalam aksen Melayu. Semenjak itu, saya kerap bicara dengannya seperti saya bicara kepada teman-teman sekolah saya di Pontianak.

*

Pada titik itu saya mulai merasa dapat relate dengan sesuatu.

Bagaimanapun, di dalam diri saya ada darah Melayu. Di dalam pembuluh yang sama, juga terdapat darah Batak. Nama belakang saya Batubara, dan ari-ari saya ditanam di tanah Khatulistiwa. Saya tumbuh sebagai anak kecil dan remaja di Pontianak, Kalimantan Barat, dan menjadi dewasa di kota Yogyakarta di pulau Jawa. Saya adalah semua yang ada di diri saya. Seluruh bahasa, budaya, dan identitas yang menjejak di tempat bernama Indonesia.

Suatu hari, saya jatuh cinta pada seseorang yang mengingatkan rasanya menjadi orang Indonesia. Setelah itu, saya jatuh cinta pada kenyataan bahwa saya orang Indonesia. Jika ada orang yang bertanya, “Kamu orang mana?” saya akan jawab dengan santai dan mudah, “Saya orang Indonesia.”






-->
Tulisan ini bekerjasama dengan Giordano Indonesia dan #OneIndonesia.

12 komentar:

Tipana Huang mengatakan...

Saya juga sering bingung kalau dtanya gitu ����.. mau jawab org Bandung tapi bukan asal dri bdg,mau jawab asli kalimantan malah balik ditanyain, bisa bahasa kalimantan gk?
Klau gk entar ditanyain perihal ras-nya dll..
Pertanyaannya sederhana,tapi gk bisa dijawab sesederhana itu ����

kharis alimoerdhoni arief mengatakan...

Kurang lebih saya juga sering menghadapi pertanyaan yang sama. Dan mulai sekarang, saya akan menjawab bangga ; orang Indonesia.

Rizqi Akbar mengatakan...

Saya juga dari sunda-jawa, tapi saya lebih mudah menjawabnya karena dari kecil saya di jawa.

Dian Hendrianto mengatakan...

orangtua saya asli jawa, tapi saya dari kecil tinggal di kawasan sunda. juga bingung sendiri setiap ditanya "asal dari mana?" wqwq

Mukhsin Pro mengatakan...

Saya orang Mandar.

Pasti gak tahu kan Mandar itu dimana?

Loganue Saputra Jr. mengatakan...

Mengetahui identitas diri dan menemukan pembenaran atas siapa kita adalah sebuah cara untuk bisa menghargai diri kita sendiri dan orang lain...salut

Sekar mengatakan...

Hai, Kak Bara. Baca ini, sepertinya nggak beda jauh dengan perenungan yang kuposting di blog beberapa waktu lalu.

http://belantarasekar.blogspot.co.id/2017/04/mempertanyakan-keaslian.html?m=0 — aku rasa aku setuju denganmu, untuk menghalau kebingungan-kebingungan tentang daerah asal itu dengan menyebut diri sebagai: orang Indonesia!

Nurul Hudin mengatakan...

Hai kak bara,salam kenal. Aku baru tau kak bara dari HipWee.
Salam Kenal kak.

Mengenai pertanyaan "Kamu orang Mana?" kalau bagi aku akan menjawab nama desa dimana aku tinggal. misal di Desa Bejo. hehe.. gitu aja. soalnya blm pernah menjelajah Indonesia. ;(

ridwan messi mengatakan...


hammer of thor
thor hammer
semenax

cerita kata mengatakan...

Pernah ada istilah anak pisang bang. Tau?

IBU SALMAH mengatakan...

kami sekeluarga tak lupa mengucapkan puji syukur kepada ALLAH S,W,T
dan terima kasih banyak kepada AKI atas bangtuan nomor togel.nya yang AKI
berikan 4 angka ((( 2 6 0 9 ))) alhamdulillah ternyata itu benar2 tembus AKI.
dan alhamdulillah sekarang saya bisa melunasi semua utan2 saya yang
ada sama tetangga.dan juga BANK BRI dan bukan hanya itu AKI. insya
allah saya akan coba untuk membuka usaha sendiri demi mencukupi
kebutuhan keluarga saya sehari-hari itu semua berkat bantuan AKI..
sekali lagi makasih banyak ya AKI bagi saudara yang suka main togel
yang ingin merubah nasib seperti saya silahkan hubungi AKI SOLEH,,DI NO Cll (((082-313-336-747)))
insya allah anda bisa seperti Saya menang togel 179
juta, wassalam.
dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....
Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!

1"Dikejar-kejar hutang
2"Selaluh kalah dalam bermain togel
3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel
4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat
5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
tapi tidak ada satupun yang berhasil..

Solusi yang tepat jangan anda putus asah....AKI SOLEH akan membantu
anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
butuh angka togel 2D 3D 4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin
100% jebol
Apabila ada waktu
silahkan Hub: AKI SOLEH DI NO: Cll (((082-313-336-747)))
KLIK DISINI ((((( ANGKA*RAMALAN*TOGEL*HARI*INI ))))
angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/
angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/
angka GHOIB; malaysia
angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/
angka GHOIB; laos

hanifah3100 mengatakan...

viagra asli
obat kuat viagra
jual viagra