25 November 2017

Mencari Rasa yang Dulu Pernah Ada



Apa yang menjadikan secangkir kopi terasa enak?

Sebagian orang akan menjawab kualitas kopinya dan menjelaskan panjang lebar tentang apa yang dimaksud dengan kualitas. Sebagian yang lain akan menjawab dengan siapa kopi tersebut diminum. Sisanya barangkali akan menjawab di mana dan pada momen seperti apa kopi tersebut dinikmati.

Saya punya jawaban lain: memori.

Menurut saya, hal yang membuat secangkir kopi terasa nikmat adalah memori yang menyertai detik-detik kopi tersebut masuk ke mulut dan perut kita.

-

Belakangan ini, saya sedang dilanda rasa rindu pada kampung halaman. Homesick, bahasa umumnya. Sudah sepuluh tahun lebih saya tinggal di Yogyakarta. Kampung halaman saya di Pontianak, Kalimantan Barat. Saya rutin mudik ke rumah orangtua paling tidak satu kali dalam setahun, biasanya setiap jelang bulan ramadan hingga usai acara lebaran.

Saya hampir tidak pernah merasa homesick sebelumnya. Saya senang-senang saja tinggal di Yogyakarta dan merasa cukup pulang kampung satu kali setahun. Toh, di waktu-waktu tertentu saya menelepon ibu, ayah, atau adik saya, dan bagi saya itu sudah cukup untuk membuat hati terisi kembali oleh kabar baik dari rumah. Saya tidak merasa perlu untuk setiap satu kali sebulan pulang.

Namun, belakangan ini saya merasakan rindu yang lebih kentara dari sebelum-sebelumnya terhadap rumah. Saya tidak tahu penyebab yang persis. Mungkin karena memang sudah cukup lama saya tinggal di Yogyakarta. Mungkin sedang tidak ada hal baru yang menarik perhatian saya di kota ini khususnya. Mungkin saya merasa ingin melakukan hal baru di rumah.

Saya merasa ada sesuatu yang hilang.

-

Setengah tahun belakangan, saya rutin menyeduh kopi sendiri di kamar indekos di Yogyakarta. Perjalanan hidup telah membawa saya bertemu dengan orang-orang dari dunia kopi. Mereka orang-orang yang menyenangkan karena tak sungkan berbagi kepada saya tentang apa yang mereka sukai: kopi. Saya mulai penasaran dan akhirnya memutuskan untuk mempelajari kopi lebih dalam.

Semenjak itu, saya bertemu dengan cukup beragam jenis kopi. Kopi dari dalam negeri maupun luar negeri. Kopi yang disangrai dengan beragam cara maupun yang menjalani proses beragam pula. Kopi-kopi tersebut memberi warna bagi pemahaman saya terhadap salah satu minuman yang sangat populer di dunia ini. Semakin hari, saya semakin bersemangat mengenal kopi.

Lantas, pada suatu pagi yang biasa-biasa saja, saya merasakan kerinduan itu. Rasa rindu pada kampung halaman. Rasa rindu pada secangkir kopi yang ada di kota kelahiran saya, Pontianak.

Saya merindukan secangkir kopi susu yang sederhana saja. Secangkir kopi susu yang saya nikmati sembari membaca lembar-lembar koran, tatkala saya duduk di warung kopi yang menghadap ke jalan raya yang dilintasi kendaraan-kendaraan dan sesekali rintik hujan.

Namun, saya tidak bisa segera pulang kampung. Masih ada pekerjaan dan urusan-urusan yang harus saya selesaikan di Yogyakarta, tempat saya tinggal. Aduh, bagaimana caranya?

Bagaimana menemukan rasa yang dulu pernah saya nikmati?

-

Sepulang dari bekerja di luar, saya menyempatkan diri mampir ke minimarket di dekat indekos. Saya mengambil satu pak Kopi Kapal Api rasa kopi susu. Saya ingin menikmati sesuatu yang membuat saya teringat pada warung kopi di kampung halaman.

Esok paginya, saya menyeduh secangkir kopi susu Kapal Api. Aromanya seketika membuat saya terlempar ke bangku plastik di halaman depan warung kopi di kota kelahiran. Cuaca riuh kota dan kendaraan-kendaraan menyala dalam kepala.

Apa yang membuat secangkir kopi menjadi nikmat? Memori. Apa yang membuat kita selalu kembali pada kopi? Karena ada rasa tertentu yang kita rindu.

Menakjubkan ketika menyadari bagaimana secangkir kopi dapat membuat saya mengingat sesuatu, atau mewakili ingatan-ingatan saya akan tempat-tempat dan perasaan-perasaan tertentu. Untuk alasan tersebut, saya merasa Kapal Api memang jelas lebih enak. Karena secangkir kopinya dapat membuat saya menebus rindu pada kampung halaman.

Akhirnya, karena Kopi Kapal Api , saya menemukan kembali rasa yang dulu pernah ada.

-

Hei, penulis dan pencinta kopi!

Tahu enggak kalau sekarang Kapal Api membuat kompetisi blog. Bagi kamu yang punya blog dan senang menulis, harus ikutan kompetisi #KapalApiPunyaCerita.

Caranya? Gampang sekali. Buka halaman ini: #KapalApiPunyaCeritaBlog Competition dan ikutin ketentuannya. Menangkan Samsung Galaxy Note 8 serta 50 voucher belanja senilai Rp 200.000,- jadi rugi kalau enggak ikutan.

Semoga beruntung!




3 komentar:

Mukhsin Pro mengatakan...

Harus ikutan nih, siapa tahu menang. Hehehe...

Lijata Taz mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Lijata Taz mengatakan...

Mau ikutan juga ah. Kebetulan saya penggemar kopi item kapal api.