2 Februari 2018

Pertunjukan Paling Agung di Bumi, Richard Dawkins





Saya tidak tahu banyak tentang teori evolusi, tapi barangkali teori ini salah satu yang sejak awal kemunculannya hingga sekarang masih terus menjadi bahan yang banyak dikaji, dikomentari, ditegaskan, dan dilawan. Dalam kepala saya, Charles Darwin dan teorinya mengenai seleksi alam hanya hidup sebagai potongan-potongan ingatan yang datang dari masa-masa bersekolah. Saya senang pelajaran Biologi, tapi pada saat itu saya tidak begitu meletakkan perhatian pada Charles Darwin, apalagi ilmuwan-ilmuwan yang menyusul di belakangnya.

Bahkan hingga saat ini saya belum pernah membaca bukunya yang monumental itu, On the Origin of the Species, terbit pada pertengahan abad kedelapanbelas. Saya justru mengenal potongan-potongan teorinya dari ilmuwan-ilmuwan kontemporer yang meneruskan kiprah Darwin dalam pembahasan mengenai sejarah dan perkembangan manusia, termasuk di antaranya Richard Dawkins, yang buku-bukunya saya sukai, tidak terkecuali yang saya tulis dalam catatan ini, Pertunjukan Paling Agung di Bumi.

Pertunjukan Paling Agung di Bumi adalah terjemahan bahasa Indonesia untuk bukunya yang berbahasa Inggris, The Greatest Show on Earth. Richard Dawkins membuka buku ini dengan pernyataan mengenai banyaknya buku yang membahas teori evolusi, tanpa memperlihatkan bukti-bukti bagi evolusi itu sendiri. Richard Dawkins tampak sekali ingin mengatakan, melalui penegasan yang diulang-ulang, bahwa "teori evolusi" bukanlah "teori", melainkan "evolusi" saja, dan demi tujuan tersebut, Dawkins menulis sebuah buku tebal berisi banyak bukti akan terjadinya evolusi.

Pada dasarnya, dalam buku ini Richard Dawkins memperlihatkan sembari menjelaskan proses serta bukti-bukti evolusi pada beberapa spesies hewan, sekaligus memberi bantahan-bantahan umum terhadap "teori evolusi" dan prinsip-prinsip Darwinian, termasuk salah satunya anggapan mengenai "mata rantai yang hilang" atas kesimpulan Charles Darwin mengenai simpanse dan manusia yang berbagi nenek moyang yang sama. Dawkins juga berulangkali menjernihkan pernyataan ini, yang menurutnya kerap disalahpahami oleh orang-orang yang membantah "teori evolusi". Manusia tidak berevolusi dari simpanse, dia menegaskan dengan nada kalimat yang agak kesal, melainkan berbagi nenek moyang yang sama dengan simpanse, meskipun sangat mungkin nenek moyang bersama tersebut lebih mirip simpanse ketimbang manusia.

Meski demikian, pembahasan mengenai manusia dalam buku Pertunjukan Paling Agung di Bumi tidak lebih banyak dibanding pemaparan bukti-bukti evolusi pada spesies serangga, burung, dan reptil. Malah, spesies manusia hanya memperoleh satu-dua bab pendek dalam buku setebal tidak kurang dari lima ratus halaman ini (versi terjemahan Indonesia). Walaupun, pada pemaparan mengenai serangga, burung, dan reptil (ada bab yang juga khusus membahas kura-kura) Dawkins menghubungkannya dengan anggapan-anggapan masyarakat umum mengenai evolusi manusia.

Bagian yang menarik bagi saya dari buku ini adalah bab yang menjelaskan bagaimana waktu dihitung dari sudut pandang evolusi. Jam evolusi, dijelaskan Dawkins dalam bab-bab yang cukup panjang dan merinci sebagaimana bab-bab lainnya mengenai bukti-bukti evolusi, dihitung dengan beragam cara, di antaranya meneliti cincin-cincin pohon (ingat pelajaran waktu sekolah tentang "lingkaran tahun"?), terumbu karang, dan sesuatu yang disebut dengan jam radioaktif, yakni menghitung usia batuan beku melalui zat-zat radioaktif yang terkandung di dalamnya. Dengan acara inilah ilmuwan mengetahui, dalam perkiraan yang kasar, seberapa tua planet bumi yang kita huni.

Hal menarik lainnya bagi saya adalah bab-bab yang menyinggung sedikit mengenai embriologi, tapi tidak cukup merinci dan seperti anjuran Dawkins, saya perlu mencari buku lain jika ingin mengetahui lebih dalam tentang topik ini. Dawkins membahas embriologi dalam konteks menjawab pertanyaan masyarakat awam tentang proses evolusi yang tidak cukup masuk akal. Hampir seluruh isi buku ini, selain ditulis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat awam, juga barangkali bahkan terutama, ditujukan kepada pernyataan-pernyataan kaum kreasionis yang menentang teori evolusi (saya sendiri belum membaca banyak tentang apa itu kaum kreasionis dan bagaimana pemikiran mereka).

Khususnya bagi yang tertarik dengan teori evolusi, sejarah kehidupan, dan tema-tema biologi, Pertunjukan Paling Agung di Bumi akan jadi buku yang menarik untuk dibaca. Siapkan waktu yang cukup untuk mengikuti pemaparan Dawkins yang amat merinci mengenai bukti-bukti evolusi di beragam spesies hewan (Dawkins sangat rinci dalam buku ini). Meski demikian, tidak perlu khawatir akan merasa bosan, karena gaya tutur Dawkins yang kadang-kadang mengandung sarkasme yang eksplisit akan sangat menghibur dan bikin betah membaca bukunya hingga selesai. ***

2 komentar:

Thomas Frengkyadi mengatakan...

Mas.. kagum dan salut anda menyelesaikan kedua buku ini.. sapien dan greatest show on earth..ad rekomen buku aplg gk yg terbaik yg prnh mas baca? Buku Nonfiksi tentunya

Yose Suparto mengatakan...

Segera bergabung di HASHTAG OPTION, Platform Trading FOREX berbasis di Indonesia.
PILIHAN TRADER #1
- Tanpa Komisi dan Bebas Biaya Admin.
- Trading di peralatan apa pun
- Sistem penarikan yang mudah dan dipercaya
- Transaksi Deposit dan Withdrawal TERCEPAT


Jika anda bingung mencari broker yang aman dan tercepat, anda bisa bergabung bersama kami.
Yukk!!! Segera bergabung di Hashtag Option trading lebih mudah dan rasakan pengalaman trading yang light.
Nikmati payout hingga 80% dan Bonus Depo pertama 10%** T&C Applied dengan minimal depo 50.000,- bebas biaya admin
Proses deposit via transfer bank lokal yang cepat dan withdrawal dengan metode yang sama
Anda juga dapat bonus Referral 1% dari profit investasi tanpa turnover......

Kunjungi website kami di www.hashtagoption.com Rasakan pengalaman trading yang luar biasa!!!