Skip to main content

Books


Fiction














Nonfiction




Poetry


Comments

jalan setapak said…
Kalo angsa-angsa ketapang masih ada ga di toko buku?
jalan setapak said…
Kalo angsa-angsa ketapang masih ada ga bang di pasaran?
Angsa-angsa Ketapang sedang diusahakan untuk dicetak lagi. Kalau sudah bisa dipesan, pasti akan dikabarkan. :)
Unknown said…
This comment has been removed by a blog administrator.
Unknown said…
kak kasih tips dong untuk nulis cerpen kayak kak bara...
siiipp banget dah...
Unknown said…
This comment has been removed by the author.
Unknown said…
Kalau Radi Galau FM masih ada gak ya di Gramedia? atau sudah ada ebooknya gitu
Syahrawi: Kadang saya juga mengunggah tulisan tentang tips menulis dari penulis-penulis lain. Silakan ditelusuri postingan-postingan sebelumnya ya.
Fitri: Di beberapa toko, Radio Galau FM masih ada. E-book tidak ada.
Unknown said…
Untuk membuat Novel,Apa yang dipikirkan pertama kali ?#MintaTipsBangBara
A. Susanto said…
Waduh, dari semua karya lu Bang, yang kebaca cuma Radio Galau FM. Parah.
Unknown said…
Baru baca yang Radi Galau FM sama Surat untuk Ruth.keduanya keren deh (y)
Unknown said…
kalo mau download novelnya gimaa ka? punyeng nih nyari situs buat downloadnya :(
Mardalia: Tidak ada jalur yang menyediakan jasa download novel-novel saya, Mardalia. Kalau mau beli via online, kamu bisa ke toko buku online, seperti yang saya cantumkan tautannya di atas.
Anonymous said…
Salam kenal.
Terima kasih sudah berkunjung.
Ceciliashinta said…
Kak bara instrumen yang dipakai si puisi di soundcloudnya apa aja sih? Aku pengen tau kak hehe. Makasih kakkk
Cecilia: Saya pakai gitar akustik aja, kok.
Unknown said…
keren bang karya2 nya.. sukses terus lah yaa :)
Unknown said…
novel kata hati masih ada gak di gramedia?
Rikazia: Masih ada di beberapa Gramedia. Bisa juga pesan ke web republikfiksi.com atau twitter (at)republikfiksi. Terima kasih.
Unknown said…
Dari semua karya kak bara, saya sudah baca JCACTUBD, Surat untuk ruth, sama Cinta. Pengen baca Milana...
Unknown said…
bang bara untuk buku "jika aku milikimu" ko gak dicantumin beli dimana toko online.nya ? 3 tempat berbeda saya cari gak ada ..
Azztiqa: Terima kasih. Sudah ditambahkan toko buku online yang menjual "Jika Aku Milikmu".
Dewa Ayu Angga Dewi: Silakan beli "Milana" di Gramedia.com
Muhammad Afif said…
Liat satu satu dulu nih bang hehee
Bang kalo novel Cinta. masih ada di pasaran gak ya?

Popular posts from this blog

[ manuskrip ] sarif & nur

Nyaris setahun yang lalu, editor saya di penerbit Bukune (sekarang ia sudah pindah ke penerbit GagasMedia, masih satu kelompok penerbit), Widyawati Oktavia mengirimi saya surel yang isinya tentang ajakan untuk sebuah proyek novel. Nama proyek tersebut adalah “Love Cycle”. Konsepnya sederhana: Enam penulis membuat novel yang jika disusun maka akan menjadi urut-urutan konflik yang biasanya dialami dalam sebuah relationship. Saya mendapat urutan di tengah, yang artinya saya diminta menulis novel tentang konflik pada saat relationship itu sedang dibangun alias masa-masa pacaran. Dalam hati saya protes. Pasalnya, pada saat itu saya sedang single . Proyek ini sebetulnya adalah proyek kedua yang ditawarkan Iwied (panggilan akrab Widyawati Oktavia) kepada saya. Dengan berbagai alasan, proyek pertama gagal saya kerjakan. Di proyek “Love Cycle” ini, saya bertekad untuk tidak mengulangi hal serupa. Maka, saya mulai menulis. Tahap pertama adalah melaksanakan riset. Saya sempat mela

[Cerpen] Senja di Jembrana

Senja di Jembrana Menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan berhadap-hadapan dengan risiko ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang berbicara tentang ayah yang pergi meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. Namun sekarang saya paham semuanya. Terutama karena saya mengalami sendiri perasaan yang dulu ibu alami.

surat untuk ruth

                                            Ubud,  6 Oktober 2012 Ruth, Satu hal yang ingin kutanyakan kepadamu sejak lama, bagaimana mungkin kita saling jatuh cinta, namun ditakdirkan untuk tidak bersama? Aku dan kamu tidak bisa memaksa agar kebahagiaan berlangsung selama yang kita inginkan. Jika waktunya telah usai dan perpisahan ini harus terjadi, apa yang bisa kita lakukan? Masihkah ada waktu untuk kita bersama, Ruth? JIka memang kamu harus pergi, berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk menikmati saat-saat terakhir bersamamu. Meski tidak lama, hanya sebentar, seperti senja yang senantiasa kamu lukis, atau seperti ciuman pertama kita yang ragu-ragu. Berilah aku waktu sedikit lebih panjang untuk memelukmu, karena aku belum mengungkapkan seluruhnya yang ingin kukatakan kepadamu. Ironis, Ruth. Kamu berkata “Aku sayang kamu” tepat pada saat kamu harus meninggalkanku.