Profil




Foto oleh: Jeje Resa


Bernard Batubara (Bara) lahir tahun 1989 di Pontianak, Kalimantan Barat. Belajar menulis sejak pertengahan tahun 2007. Tulisan-tulisannya berupa karya fiksi maupun nonfiksi tersebar di majalah budaya, surat kabar lokal maupun nasional, portal-portal daring, dan antologi bersama penulis lain.

Buku Bara yang sudah terbit: Angsa-Angsa Ketapang (2010), Radio Galau FM (2011), Kata Hati (2012), Milana (2013), Cinta dengan Titik (2013), Surat untuk Ruth (2014), Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri (2014), Jika Aku Milikmu (2015), Metafora Padma (2016), dan Elegi Rinaldo (2016). Buku Radio Galau FM dan Kata Hati telah jadi film layar lebar, diproduksi oleh Rapi Films.

Bara menjadi pembicara di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, penulis terpilih Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2013, dan menjadi pembicara di Asean Literary Festival (ALF) 2015. Selain bekerja sebagai penulis penuh-waktu, Bara mendirikan kelas menulis bernama Kopdar Fiksi, dan sesekali memenuhi undangan untuk bicara tentang penulisan kreatif di kampus-kampus dan komunitas-komunitas.

Buku terbaru Bara terbit Maret 2017, Luka Dalam Bara.

Twitter Bara: @benzbara_
E-mail: benzbara@gmail.com
FB Fanpage: Bernard Batubara

Profile in English

28 komentar:

Ainun Mardhiah mengatakan...

Mas, saya sudah lama jadi pembaca setia blog sampean. Saya sekarang bekerja di penerbitan leutika di Jogja. Masnya apakah tertarik menerbitkan buku selanjutnya?

benz mengatakan...

Halo mbak Ainun. Boleh saja. Mungkin bisa komunikasi via e-mail saya saja saya, di benzbara(at)gmail(dot)com

Terima kasih :)

ester p mengatakan...

masnya..puisi2nya bagus bener...nancep kayak paku ke kayu...

plincess diandra mengatakan...

hellooow mas bara. saya jatuh cinta loh ama novel novelnya pada pandangan pertama aaaaaaa keep creating yes mas buat dapetin inspirasi inspirasi yg lebih ulala membahana *ala syahrini*

pijar88 mengatakan...

Mantab Blognya Mas...

Annesya mengatakan...

halo, bara. semoga sukses dengan novel Cinta (dengan titik).

benz mengatakan...

terima kasih sudah mampir. :)

Dewi Bios mengatakan...

dah baca bukunya kata hati,,, salut dah cwo bsa paham ttg cinta. keren dah.........kyk pengalaman pribadi

benz mengatakan...

dewi: terima kasih sudah membaca ya.

Dewi Rizki Ramadian mengatakan...

mas, aku udah baca novel2nya.. aku suka novel surat untuk ruth nya.. kok bisa sih bkin novelnya oke bgt? tapi sedih are nya meninggal :( Ditunggu novel selanjutnyaa

Yassintan Nur Hikmah mengatakan...

pengen banget jadi penulis, tapi susah buat ngumpulin niat :(( padahal suka nulis di blog. yakinkan gue dong bang! huhu

benz mengatakan...

Dewi: Terima kasih. Saat ini saya sedang berjuang merampungkan naskah novel baru. :)

benz mengatakan...

Yassintan: Hanya kamu sendiri yang bisa meyakinkan dirimu.

raden harry prasetyo mengatakan...

Mas, kalau ketemu di Yogya. Ngobrol masalah nulis ya. Saya ingin belajar banyak dari Mas Bara. Thanks. :)

orri fitra mengatakan...

novelnya bang bara kaya kisah nyata semua:D

Deni Widya mengatakan...

Bang bara ada tumblr nggak sih?

benz mengatakan...

Raden Harry: Saya membuka kelas menulis fiksi bernama @kopdarfiksi sebulan sekali di Jogja. Kalau sedang di Jogja, silakan ikut saja.

Orri: Begitukah? :D

Deni: Saya tidak punya tumblr. Hanya web-blog ini.

mayda amalia mengatakan...

bang bara.. mampir ya ke blog ku. emang sih masih jelek tulisannya tapi bakal tersanjung kalo dikunjungi apalagi dikritisi bang bara :')

Ruth Riana mengatakan...

Bang bara, aku ngikutin bgt novelnya dari awal. Aku suka banget sama novel-novelnya bang bara, dan aku juga ngefans bgt sama bang bara :D
kita punya tgl lahir yang sama :)

benz mengatakan...

Terima kasih sudah mampir ya.

Eto Kwuta mengatakan...

Abang Bernard, Beberapa hari teakhir saya coba temukan blognya Abang. Ya, akhirnya dapat juga. Saya dapat melalui www.kupasbuku.com. Di situ, Abang Steve Elu mempublikasikan profil Abang. Terima kasih. Apa bisa saya akan mengunjungi Abang via email?

benz mengatakan...

sila, eto.

aminah masghon mengatakan...

Assalaamualaikum Bang Baraaa..
Aaaaaaaaaaaaiiiihhhhh, aku gak bisa nyembunyiin gimana senengnya aku Baaang..
Aku baru beli buku Jika Aku Milikmu lusa lalu, udah pesimis dulu, masih ada atau enggaknya di Gramed.. Daaaaann ternyata masih adaa
Yg bikin seneng adalaah, yang bikin kaget adalah, yang bikin aku pingin jingkrak-jingkrak di warung Mie adalah, di buku itu ada TTDnya Bang Baraaa... Huaaaaa seneng bangett ��������

Dwinever Tari mengatakan...

ASSALAMUALAIKUM BANG BARA...


aku dwi aku salah satu penggemar novel... tapi setelah baca novel" bang bara bikin aku jadi 100x lebih gemar ... hehhehe
oh iya setau aku bang bara suka buka latihan fiksi ya... kebetulan selain gemar baca aku juga suka banget nulis... tapi terkadang terhenti begitu saja ,,,, pengen bgt bisa belajar banyak soal nulis sma abang... gmn ya bang caranya .. akui tinggal di jakarta...

terima kasih

benz mengatakan...

Aminah: Waalaikumsalam. Wah, kamu beruntung. Senang sekali mendengarnya. Terima kasih dan selamat membaca ya!

Tari: Waalaikumsalam. Aku senang mendengarnya. Kamu bisa ikut kelas-kelas menulisku kalau kebetulan lagi ada acara di Jakarta. Atau baca tulisan-tulisanku di blog ini tentang menulis.

angie mengatakan...

Bang, kopdarfiksi buat anak2 jakarta ada ngga ? :)

mutiarasani mengatakan...

kata-kata dalam novelnya, betul betul cocok buat yang lagi patah hati,
ya kayak saya ini, hehe (Kuaka dalam Bara)

reyka Hinata mengatakan...

Assalamu'alaikum bang bara,
bang bara ini barista sekaligus penikmat kopi kah??